Peribahasa Indonesia
Kumpulan 2185 peribahasa Indonesia beserta artinya.
Kata Populer dalam Peribahasa
mulutnasitanganikanhidunghitamhujanhidupanakairapibatumatahatikepalakakilidahbuahburunganjingkucingharimaugajahularayam
"Sudah jadi abu arang."
Arti: Telah rusak sama sekali.
"Sudah jatuh, tertimpa tangga pula."
Arti: A person slips, and a ladder falls on him.
"Sura diri jayaningrat lebur dening pangastuti."
"Tak bisa menari dikatakan lantai yang berjungkit."
Arti: Cannot dance but blame the floor as uneven.
"Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap sangkar juga"
"The man who thinks before he acts, is most likely to act with discretion, and have no future cause to repent of his conduct; but he who acts blindly, without any foresight, will probably suffer for his rashness."
"The second couplet of Berakit"
Arti: rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
"The shaft of the arrow had been feathered with one of the eagle's own plumes. We often give our enemies the means of our own destruction."
"There is no effect without some cause. or It is supposed that if there is a rumour, there must be some truth behind it."
"Those who work hardest are most likely to enjoy good fortune."
"Tokoh popular:"
"Tong kosong nyaring bunyinya."
Arti: An empty drum gives loud sound.
"Torchia, Djuhari (2007). Indonesian Idioms and Expressions: Colloquial Indonesian at Work. Periplus Editions (HK) Ltd.. p. 113. "
"Trusler, John (1790). Proverbs exemplified, and illustrated by pictures from real life. p. 115. "
"Ulat madhep ati karep."
"Undhaking pawarta sudaning kiriman."
"Usually is used to describe the undying spirit of a movement (for instance, during the struggle for independence.). Now mostly used in military circles."
"Waktu ada jangan dimakan, bila tiada boleh dimakan."
Arti: Berhemat-hematlah.
"We make plans but the outcome is often different from the expected one. Unconsidered factors or changed conditions often produce an unexpected result."
"William Shakespeare, Much Ado About Nothing (1598)"
"Yitna yuwana lena kena."
"You got to lose, to know how to win."
"Yusmansyah. Aqidah Akhlaq. PT Grafindo Media Pratama. "
"ada angin ada pohonnya (hujan berpohon, panas berasal)"
Arti: segala hal ada asal mulanya (sebab-sebabnya)
"ada bangkai ada hering"
Arti: jika ada perempuan lacur, banyak laki-laki yang datang
"ada beras, taruh dalam padi"
Arti: rahasia hendaklah disimpan baik-baik
"ada biduk serempu pula"
Arti: tidak pernah merasa puas, selalu menginginkan yang lain
"ada gula ada semut"
Arti: di mana banyak kesenangan di situlah banyak orang datang
"ada hujan ada panas, ada hari boleh balas"
Arti: selalu ada kesempatan untuk membalas dendam
"ada nyawa (umur) ada rezeki"
Arti: selama masih hidup kita tentu masih sanggup berusaha