🪷 Bijaksana

Puisi Indonesia

5504 puisi dari penyair Indonesia.

PENDUSTA
Oleh Marzilis
Satu kata.... Susah dilupa... Tak suka di rasa... Insan lemah kuasa lara... Awal dari cerita..... Mengukir nestapa.. Menyabik duka... Korban tiada henti. Dusta...... Awal dari
DUA PULUH MUSIM
Oleh Laila Z
Ulfiatus Seiring berjalanya waktu Entah Kenapa Suasana selalu menjadi syahdu Saat terkenang bias namamu Seolah terhenti waktu Saat tetiba wajahmu terukir dianganku Lebih dari duapu
HADIAH TERINDAH DARI TUHAN
Oleh Novi Diah Wismaningrum
Tuhan, apakah dia benar-benar hadiah darimu untukku? Aku janji akan menjaganya aku janji akan menyayanginya lebih dari menyayangi diriku sendiri Dia memang sempurna dan begitu sempurna Tak ing
SEMESTA TAK BISU
Oleh Irfan S.P.
Rumput diam ... Pohon diam ... Gunung diam ... Diam tapi tak bisu Raganya diam, tapi tidak ruhnya Ucapan indah terus terlantun Lewati zaman, lewati masa Dan lorong kehidupan yang jadi sa
MAKLUK AKHIR ZAMAN
Oleh Ruribusuk
Kepercayaan akan suatu arti ketiadaan. Keyakinan akan suatu makna kebohongan. Kebodohan diciptakan lukai otak pikiran. Perbedaan menjadi tuhan yang diagungkan. Kesetaraan menjadi suatu ancaman
PANTAI YANG BERUBAH
Oleh Robby Agustino
Hamparan pasir bagai mutiara Buih ombak bagaikan Awan yang menari Memandangnya tak bisa berkedip Terpejam hanya sejenak Bayangan indah datang menghampiri Oh Pantai dimanakah engkau yang dulu
OH SAHABATKU
Oleh Khotimatul Khusna
Langit mendung seakan tau apa yang kurasa.. Burung pun ikut bernyanyi.. Seakan-akan ingin menghiburku.. Sahabat.. Dimana kau kini.. Kini kau telah pergi.. Kau jauh dariku.. Oh saha
PUISI UNTUK KAKAK
Oleh Saifur Rasi
Wahai... kakak-kakakku.... Sebentar lagi kalian akan meninggalkan sekolah tercinta ini... Sebentar lagi engkau akan angkat kaki untuk mengejar cita-citamu yang belum tercapai... Sebentar lagi en
TANDA TANYA KEADILAN ?
Oleh Vii Pagurawan
Aku bukan makhluk yang mempesona yang bisa berjalan di tengah kerikil tajam yang bisa hidup di dalam ke getiran dan bertahan di tengah badai yang menyerang tujuan dalam semesta tak tergiur oleh
MENANTI SANG PEMBERANI
Oleh Fajar Sany
Kemarilah kawan-kawan ku sekalian... Duduklah bersamaku disini tak perlu segan... Ditemani teh manis dan berbagai gorengan... Sambil melihat luasnya pemandangan di depan... Pemandangan yang be
BERNYAWA YANG MATI
Oleh Agus Ariya Santa Depan sebuah gedung tak bertuan
Halaman luas dipenuhi keril dari aspal yang pudar Pintu pagar besi berkarat lekat Rumput hijau tumbuh kurus dicelah aspal yang lekang Tapak sepatu tercetak diatas keramik berdebu Dan diantara
PELITA SANTA KAGUMA
Oleh Najma
Gelimang asa cengkerik Pada tapar pagi yang mencekik Sangkan langkah satu harikini bilik segar menantimenguak prima cakradengan apung senyum bersamatanpa gading penodapelitanya terbukaperarakan ga
CINTA HANYA UNTUK ALLAH SEMATA
Oleh Almarizti H
Mungkin hatiku mencintai ibuku Mungkin jiwaku mencintai ayahku Mungkin diriku mencintai rasulku Mungkin aku mencintai saudaraku Namun, apa daya itu semua Kalau hatiku terasa sedih Hatiku t
MENGEJAR MIMPI
Karya Rini Febriyani
Kain yang biasa, rumah yang biasa , entah kemana kan air akan temukan sungai yang tak pernah berjumpa di kemarau yang panjang. Begitu lah jari yang mengkaku kan diri dalam ruang yang tak pernah ku t
KERTAS PENA YANG BERNYAWA
Oleh Buntara Dika
Kertas putih tak bernoda ingin sang pena untuk menghiasinya tertulis nan tergambar kata-kata pujian yang tak di inginkan oleh si kertas putih, Namun sang pena tak menghiraukannya si kertas p