🪷 Bijaksana

BERNYAWA YANG MATI

Oleh Agus Ariya Santa Depan sebuah gedung tak bertuan

Halaman luas dipenuhi keril dari aspal yang pudar Pintu pagar besi berkarat lekat Rumput hijau tumbuh kurus dicelah aspal yang lekang Tapak sepatu tercetak diatas keramik berdebu Dan diantara debu lain tertutup selemabar kertas coklat Tak jauh dari letak bekas sepatu Sebuah kertas yang luar biasa Kertas abrakadapra Ia menampung karunia hidup Karunia yang cukup untuk melawan frontal kehidupan Jangan sampai tangan tengadah diatas kepala Karena asa hilang tanpa cahaya Tentu lenyap kehormatan ditelan lakon kotor Dan predikat sampah melekat menjadi jati diri Pemalas! bodoh! Kotor! "Jelas saja" kerja keras dan impian kami! Kamu rampas! Dari impian ceriwitan sampai yang tak terhingga bagimu Jadi apakah pantas cap itu di muka kami? Jika ada kata yang dapat menjadi simbol untuk kalian, betapa bahagia walau tidak merubah kenyataan Sayang tak terpikir simbol itu di benak kami Karena perut kecil lebih penting cepat di isi sebelum roh pergi dari raga. ---- No. Urut : 2974 Tanggal Kirim : 25/04/2014 13:47:14