🪷 Bijaksana

DUA PULUH MUSIM

Oleh Laila Z

Ulfiatus Seiring berjalanya waktu Entah Kenapa Suasana selalu menjadi syahdu Saat terkenang bias namamu Seolah terhenti waktu Saat tetiba wajahmu terukir dianganku Lebih dari duapuluh musim kau berlalu Aku menuunggu membisu hingga terpendam rasaku Lebih dari duapuluh musim kau berlalu Ada seseorang baru mengisi denga indah dihidupku Lebih dari duapuluh musim kau berlalu Namun kini kau kembali meminta dengan iba rasa cintaku. Kasih Maafkan diri ini Bukan aku tak ingin menanti Bahkan duapuluh musim berlalu Aku tetap berharap akan hadirmu Duapuluh musim berlalu aku tetap berharap kan ada jawabmu. Kasih , Mungkin aku bisa menunggumu dupuluh musim lagi . Namun tanpa jawab dan arah , aku tak mau terus seperti ini Kasih, Maafkan aku jika pintamu tak dapat aku turuti Kasih Maafkan aku jika jika kita tak akan pernah lagi menjadi satu ..