🪷 Bijaksana

TERCIPTA LUKA

Oleh Ilham Setiawan

Sementara kita saling berbisik Untuk lebih lama tinggal Pada debu, cinta yang tinggal berupa Bunga kertas dan lintasan angka-angka Ketika kita saling berbisik Di luar semakin sengit malam hari Memadamkan bekas-bekas langkah kaki, menyekap sisa-sisa unggun api Sebelum fajar ada yang masih bersikeras abadi. Selamat malam purnama berkabut Seulas kata tersenyum menyapamu Membingkai detik waktu yang saling bersahutan Siapa yang masih sibuk berdetak di bilik waktu? Siapa aku? Barisan syair tak terhitung Atau... Sakit peluh tercacat sedikit kebahagiaan Cinta, berapa lama kau berkelana? Berapa purnama sudah kau lewatkan tanpaku? Berapa kaledoskop Do'aku menghujam langit Tapi kau diam tetap bercahaya serinai bias bintang di angkasa Kau bagai lukisan tuhan di langit senja Tak cacat oleh seutas kabutpun Tetapi hujan masih rintik berbaris di langit malam Mengambang di bumi Bergelanyut mencium unjung daun cemara Lagi... Mimpiku tak tercipta malam ini Tak jua malam-malam menyayat berikutnya atau lalu pula Dan semoga Takdir Tuhan mengiringi insan ini Tuhan yang lebih dekat dari sukmaku sendiri Selamat tinggal cinta....

Puisi Lainnya

TEMAN SEBANGKU II Oleh Ilham Setiawan PENJAHAT BERDASI Oleh Ilham Setiawan ANCAMAN TUHAN Oleh Ilham Setiawan TOLONG AKU! Oleh Ilham Setiawan PUTRI YANG HILANG Oleh Ilham Setiawan