🪷 Bijaksana

ANCAMAN TUHAN

Oleh Ilham Setiawan

Kilatan cahaya menukik telak Mengakar-akar membentuk kilatan menakutkan Kota mati terang seper sekian detik Kaca gedung mengkilat terpantul seribu akar petir Lalu gelap pekat membayang di langit malam Di tingkahi hujan lebat Di usap-usap angin jahanam Oh.. malam mencekam Anak-anak burung walet di atas lantai 17 Meringkuk berebut temat di sarang Mencari sedikit kehangatan Menunggu induknya yang sejak senja tak kunjung pulang Seperti kilat petir, guntur, hujan, angin yang berebut perannya malam ini Bertubi-tubi tak menyisakan detik tanpa ancaman Pohon-pohon hampir tumbang Tiang-tiang listrik bersiaga satu di tempatnya Kabar buruk menyapa Wuss... Suara sirine menelisik telinga Bernyanyi tak kenal waktu Tak ada suara serangga Tikus-tikus got dan kucing kota tenggelam dala kalutnya malam Air menggenang Menyiprat ke wajah pucat penghuni halte Mengulum puntung rokok yang padam setengah jam yang lalu Kilat petir meneror hatinya Gutur-guntur membunuh imajnasinya Angin penggoda cakrawala bersemayam menusuk-nusuk nadi tuanya Bergumam "berita apa Tuhan" "Begitu payahkah kita membuat Engkau marah setiap waktu?" Mnenengadah ke langit putih pucat Terpejam bermain telepati dengan alam Namun alam bisu Meyimpan banyak misteri... Bayi gadis menjerit Menyaingi suara sirine pemadam Jeritan histeris untuk usianya yang palsu Setiap hati terselinap ketakutan Membuncah kapanpun menembus dimensi ruang tua ini Oh Tuhan maafkan kami Lindungi kami.

Puisi Lainnya

PUTRI YANG HILANG Oleh Ilham Setiawan PENJAHAT BERDASI Oleh Ilham Setiawan TERCIPTA LUKA Oleh Ilham Setiawan TOLONG AKU! Oleh Ilham Setiawan TEMAN SEBANGKU II Oleh Ilham Setiawan