PUTRI YANG HILANG
Oleh Ilham Setiawan
Emak!
Putriku hilang semalam;
Terbawa sinar purnama
Di sambut malam gulita
Dan terbengkalai di sudut nestapa
Hatinya Buta, Tuli,
Tak ada sepucuk sinar menuntunnya
Terbawa Gemulung deruh ombak
Terseret tanpa alas menginjak seribu karang berduri
Emak!
Putriku Mati semalam;
Selepas Sembahyang
Larut dalam pemujaan
Di atas sajadah
Sebagai mimbar pementasan
Emak!
Putriku Hancur Semalam;
Jiwanya terkoyak-tercabik-pekik bersimbah darah anarki
Emak!
Putriku habis semalam;
Cintanya hilang
Di seruput dusta
Bermetamorfosa ganda antara Benci-Cinta
Emak! Emak! Emak!
Putriku Lenyap Tak Tenang;
Di Gerayangi dusta
Bertanya Mengapa?
Bertanya Dimana?
Sabda Agung Yang Menghujam Kalbu!
Sebagai landasan hati
Sebagai Penuntun haerarki
Yang Bertahta Jaya!
Di Saat Hening Gelapnya Malam
Damai Sejuknya Pagi
Dan Semilirnya Sore Hari !
Emak! Dia Terus Menanti
Berteriak! Tercekat!
Sampai Di Mahsyar Dia Menemukan Kuasa Illahi.