🪷 Bijaksana

SEMBILAN HARI KAU MENCINTAIKU

Oleh Readi Afandi

Sembilan hari menghilang begitu saja Sembilan hari hanya tersisa kata indah Sembilan hari hanya ada sisa titik temu Aku yang mencintaimu Aku yang mengharapmu Aku yang menunggumu Waktu itu kau tersenyum saat bersamaku Waktu itu kau ceria saat disampingku Hati ini luluh dengan kata manismu Hati ini rapuh saat kau taburkan benih-benih harapan Aku merasakan sakit; sama denganmu Aku bisa menangis lebih dari saat tergores pisau dapurku Aku sama dengan semuanya Aku bisa tersenyum Aku bisa tertawa Dan aku bisa menangis saat kau meninggalkanku Aku sudah katakan Aku sudah ungkapkan semuanya Karna aku ingin merubah hidup denganmu yang baru Senyum yang baru Memandang masa depan yang baru Dengan pasangan yang terahir hanya denganmu Kau hadir dengan tawamu yang menghapus kisah sempitku Kau hadir dengan candamu yang menghias kehidupanku Kau pulang; kau sisakan senyum indah Yang membuatku harus mengejarmu Yang membuatku lari ke hatimu Yang membuatku melupakan semua kisah Aku butuh kamu, aku ingin kamu dengar cerita kita di hari esok Mungkinkah kau mau Mumgkinkah kau bisa Mungkinkah kau ingin pulang kepelukanku Sembilan hari kau telah melupakanku Kenapa ini harus terjadi Kenapa aku harus seperti ini Kenapa ? Haruskah aku melupakanmusementara hati ini tak menginginkannyaaku ingin pergi tapi mencintaimu bertahan di hatiaku harus bagaimanaaku tidak bisa melupakan secepat iniaku ingin menunggumu aku ingin bersamamu semampuku Kasih Tuhan Kulanjutkan Sembilan hari dengannya lagi3 Mei 2013 / 19:50 wib

Puisi Lainnya

PEREMPUAN BERSELENDANG HARAPAN Oleh Readi Afandi HARI YANG DINGIN Oleh Readi Afandi WANITA PESANTREN Oleh Readi Afandi PERJALANAN SUCI Oleh Readi Afandi JAKARTA YANG DEMAM DAN FLU Oleh Readi Afandi