SEMBILAN HARI KAU MENCINTAIKU
Oleh Readi Afandi
Sembilan hari menghilang begitu saja
Sembilan hari hanya tersisa kata indah
Sembilan hari hanya ada sisa titik temu
Aku yang mencintaimu
Aku yang mengharapmu
Aku yang menunggumu
Waktu itu kau tersenyum saat bersamaku
Waktu itu kau ceria saat disampingku
Hati ini luluh dengan kata manismu
Hati ini rapuh saat kau taburkan benih-benih harapan
Aku merasakan sakit; sama denganmu
Aku bisa menangis lebih dari saat tergores pisau dapurku
Aku sama dengan semuanya
Aku bisa tersenyum
Aku bisa tertawa
Dan aku bisa menangis saat kau meninggalkanku
Aku sudah katakan
Aku sudah ungkapkan semuanya
Karna aku ingin merubah hidup denganmu yang baru
Senyum yang baru
Memandang masa depan yang baru
Dengan pasangan yang terahir hanya denganmu
Kau hadir dengan tawamu yang menghapus kisah sempitku
Kau hadir dengan candamu yang menghias kehidupanku
Kau pulang; kau sisakan senyum indah
Yang membuatku harus mengejarmu
Yang membuatku lari ke hatimu
Yang membuatku melupakan semua kisah
Aku butuh kamu, aku ingin kamu dengar cerita kita di hari esok
Mungkinkah kau mau
Mumgkinkah kau bisa
Mungkinkah kau ingin pulang kepelukanku
Sembilan hari kau telah melupakanku
Kenapa ini harus terjadi
Kenapa aku harus seperti ini
Kenapa ?
Haruskah aku melupakanmusementara hati ini tak menginginkannyaaku ingin pergi tapi mencintaimu bertahan di hatiaku harus bagaimanaaku tidak bisa melupakan secepat iniaku ingin menunggumu aku ingin bersamamu semampuku
Kasih Tuhan
Kulanjutkan Sembilan hari dengannya lagi3 Mei 2013 / 19:50 wib