HARI YANG DINGIN
Oleh Readi Afandi
Hari itu, darah mengalir sekujur tak beri ampun dengan langkah menyampirinya
Ditemani guyuran hujan lebat sebagai teman sendiri.
Aku tarik langkahku
Aku pijak duri disepanjang jalan tol
Aku terlelap oleh lorong kesetiaan
Disana, saat aku tiba didepannya
Aku mulai meraih mimpi yang sebelumnya tak kukira
Yang sebelumnya aku tak melihat rembulan
Saat itu ada kasih rembulan dibalik kabut berhujan
Lelahpun terasa hilang
Sakit menjadi senyuman
Mimpi menjadi kenyataan
Didepanmu, hati ini berkata ;Aku datang tuan putriku
Dan aku ingin menjadi pangeran kehidupanmu . 14 Januari 2012