🪷 Bijaksana

JAKARTA YANG DEMAM DAN FLU

Oleh Readi Afandi

Kini malam adalah siang;Malam yang dingin diselimuti angin sepoi. Siang yang dingin diselimuti air sekujur tubuh sampai kamar tidur Tidur yang nyenyak mengungsi ditempat tidur kalian yang empuk; yang jauh dari jakartaku. Tidak lagi ada artis-artis layar kaca; pun layar lebar selebar jakarta yang demam dan flu. Tidak lagi ada kota impian Tidak pula ada kepul-kepul kenalpot dikota dan komplek jakartaku Tidak pula ada senyum anak kecil’ remaja dan dewasa Sekarang kota impian menjadi kota kematian Kota yang dulu diangan-angankan menjadi kota kebanjiran, Samapah ada dimana-mana yang dibawa arus masuk kamar kita;(Ups, maaf bukan kamar kita tapi kamar para koruptor dan penjahat tua)Tempat sampah menjadi sampah; hingga pembuang sampah ikut sampah;Tidak ada baju mewah;Tidak ada transportasi mengkilap Tidak ada tempat rekreasi Tidak ada tradisi malam minggu yang mereka kumpul sampai ngompol. Jakarta yang demam dan flu Tak ada obat; apotikpun diserang demam dan flu Tak ada jiwa yang tersenyum;sebab kebahagiaan nan keceriaan dibawa arus mengitari kota metropolitan;Inikah nasibku ;Inikah kutukan Tuhan ;aku harus bagaimana atau pergi kemana membawa keluargaku. Kota Idaman, 09 Februari 2013

Puisi Lainnya

GADIS ADHEM Oleh Readi Afandi WANITA PESANTREN Oleh Readi Afandi PEREMPUAN BERSELENDANG HARAPAN Oleh Readi Afandi PEREMPUAN DI SELATAN SANA Oleh Readi Afandi SEMBILAN HARI KAU MENCINTAIKU Oleh Readi Afandi