Idiom & Ungkapan Indonesia
2116 idiom dan ungkapan dalam Bahasa Indonesia.
angan lalu, paham bertumbuk, angan lalu, paham tertumbuk
Kata dasar: pa.ham
angan lalu, paham bertumbuk, angan lalu, paham tertumbuk, angan-angan menerawang langit, angan-angan mengikat tubuh
Kata dasar: a.ngan
angan lalu, paham tertumbuk, tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk kata dipikiri, tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk kata dipikiri
Kata dasar: ter.tum.buk
angan-angan menerawang langit
Kata dasar: me.ne.ra.wang
angan-angan mengikat tubuh
Kata dasar: meng.i.kat
angan-angan mengikat tubuh, bayang-bayang disangka tubuh
Kata dasar: tu.buh
angguk bukan, geleng iya
Kata dasar: ang.guk
angguk bukan, geleng iya, bibirnya bukan diretak panas, bukan budak makan pisang, bukan tanahnya menjadi padi
Kata dasar: bu.kan
angguk bukan, geleng iya, geleng seperti patung kenyang
Kata dasar: ge.leng
angin berputar (bersiru ombak bersabung)
Kata dasar: ber.si.ru
angin berputar (bersiru ombak bersabung), angin berputar, ombak bersabung, bumi berputar zaman beredar
Kata dasar: ber.pu.tar
angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam, belum dipanjat asap kemenyan, kalau tak ada api, masakan ada asap, mengusir asap, meninggalkan api
Kata dasar: ASAP
angkuh terbawa, tampan tinggal
Kata dasar: ang.kuh
angkuh terbawa, tampan tinggal, berbuat jahat jangan sekali, terbawa cemar segala ahli, kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa (sudah tua terubah tidak), tiada terbawa sekam segantang, tinggi terbawa oleh ruasnya
Kata dasar: ter.ba.wa
anjing ditepuk, menjungkit ekor
Kata dasar: men.jung.kit
anjing menggonggong, kafilah berlalu
Kata dasar: ka.fi.lah
anjing menggonggong, kafilah berlalu, badai pasti berlalu
Kata dasar: ber.la.lu
anjing menyalak di ekor (pantat) gajah
Kata dasar: me.nya.lak
anjing menyalak di ekor (pantat) gajah, hitam bagai pantat belanga, mulut bau madu, pantat bawa sengat, mulut disuapi pisang, pantat dikait dengan onak (mulut manis hati berkait), seperti lebah, mulut membawa madu, pantat membawa sengat
Kata dasar: pan.tat
antah berkumpul sama antah, beras bersama beras
Kata dasar: ber.kum.pul
antah berkumpul sama antah, beras bersama beras, diindang ditampi beras, dipilih antah satu-satu, dipilih antah satu-satu, disisih bagai antah, tak beras, antah dikisik, tidak tahu antah terkunyah
Kata dasar: an.tah
antah berkumpul sama antah, beras bersama beras, duduk bersama lapang-lapang, duduk seorang sempit-sempit, duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang
Kata dasar: ber.sa.ma
antan patah, lesung hilang, antan patah, lesung hilang, seperti antan pencungkil duri, tergerenyeng-gerenyeng bagai anjing disua antan
Kata dasar: an.tan
apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar
Kata dasar: tung.ku
apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar, belum (sudah) diasapi kemenyan, belum dipanjat asap kemenyan, gaharu dibakar, kemenyan berbau
Kata dasar: ke.me.nyan
apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar, dibakar tak hangus, direndam tak basah, dikerkah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung, gaharu dibakar, kemenyan berbau, marah akan tikus, rengkiang dibakar
Kata dasar: di.ba.kar
apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar, mata memandang apa hendak sakit, bahu memikul timpa perasaan (seberapa berat mata menentang, berat jua bahu memikul), sudah terlalu hilir malam, apa hendak dikata lagi
Kata dasar: a.pa
apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar, sebesar-besarnya bumi, ditampar tak kena, tuah melambung tinggi, celaka menimpa, celaka sebesar gunung
Kata dasar: se.be.sar
api makan sekam (dedak), minta dedak kepada orang mengubik, tidak terindang dedak basah
Kata dasar: de.dak
api padam, puntung berasap, api padam, puntung hanyut, dikerkah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung
Kata dasar: pun.tung