TAPI AKU BISA APA??
Oleh Mia Islamidewi
Terhitung ratusan menit sudah
Setelah titik karena dia
Sampah kertas tisu berserakan
Semua telah habis terasa lembab
Terlebih mata ini
Tapi aku bisa apa?
Pergi saja sebenarnya aku tak kuasa
Beranjak selangkah saja sebenarnya dipaksa, terpaksa
Akhir macam apa ini? Pahit.
Kembali ku baca buku berempat ratus empat puluh tiga halaman
Banyak simbol yang ditemui
Tapi hati ini sangat tersakiti oleh titik
Sebuah titik dihalaman terakhir
Tersayat perih diiringi airmata yang tak habis
Tak ku sangka aku serapuh ini
Apa harus ku bakar saja buku ini?
Apa mesti aku hapus titik itu dan melanjutkan ceritanya seperti khayal kita?
Tapi aku bisa apa?
Penghapus itu, dimana bisa aku temukan?
Pinjamkan aku Tuhan.
Tak Kau kasihanikah hamba-Mu yang rapuh ini?
Hamba-Mu yang menanggapi titik itu dengan derai airmata.