🪷 Bijaksana

SURAT UNTUK HAWA

Oleh Frizda Eza Pahlevi

Hari ini tepat 6 tahun aku mengenalmu. Dari masa itu sampai masa sekarang.. Kau jelas tampak berbeda jauh.. Beribu kata dan curahan terdengar jelas sayup di telinga. Aku pun begitu menikmati setiap eja'an kata darimu.. Tentang yang serius sampai kadang menjadi bahan untuk becanda. Angan dan cita mu begitu besar dan mulia.. Sampai aku kadang berfikir bagaimana aku bisa ada sejajar disamping mu. Gadisku...? Berlarilah terus kedepan, kejar dan gapailah semua yang ada di benak mu. Jangan pernah kau tengok aku yang ada dibelakang mu.. Jangan pernah kau coba kembali kebelakang . Tataplah yang ada di depan mu. Aku hanya bisa selipkan doa ku di hati mu. Terus berlarilah gadisku.. Dan jika nanti di depan sana ada laki-laki yang menurut mu jauh lebih baik dariku bersandinglah dengannya jika kau benar mengharapnya. Aku ikhlas gadisku.. Aku ikhlas bukan aku tak sayang, tapi aku harus tau kebahagiaan mu jauh lebih harus dari kebahagiaan ku. Untuk senyum dan bahagiamu kelak nanti. Jangan sungkan..! Jangan tengok aku jika di depan ada bahagia yang lebih dari yang ku berikan. Aku akan tersenyum jika kau lebih tersenyum... Kini kau telah berada jauh di depan ku. Sampai kadang aku melamun.. Apakah jika aku ikut berlari kau masih mengenali ku..? Mungkin tidak, dan akupun yakin itu tidak. Jika benar kau akan bersanding dengan laki-laki yang kau suka itu. Jangan pernah kau coba untuk membelakanginya.. Ingat..! Laki-laki mu adalah imam mu, dan imam mu adalah penuntun dunia dan akherat mu. Beradalah di sampingnya,. Jangan pernah coba suaramu lebih keras dari suara imam mu.. Jangan pernah sikap mu lebih keras dari sikapnya. Jangan pernah coba mengimami imam mu. Teruslah bersifat halus dan layanilah imam mu dengan penuh cinta dan kasih. Maka surga yang akan menjamin mu. Karna hanya dia pintu surga yang dapat kau masuki setlah kau lepas dari orang tua mu. Masih ingatkan...? Dulu aku pernah berbisik padamu. "Jika nanti aku jadi imam mu berarti surgamu ada di ridho ku wahai hawa ku" Sekarang pun masih sama walau aku bukan yang bersanding dengan mu. Teruslah dan syukurilah nikmat mu hari ini wahai gadisku. Dan percayakan bahwa imam mu adlah laki-laki yang bertanggung jawab. Jangan pernah sesali dengan pilihan mu.. Aku yakin cinta mu lebih kepadanya dari cinta mu yang pernah ada untuk ku. Aku simpan begitu rapat cerita yang pernah ada.. Dan aku semakin tau tentang apa itu memiliki dan apa itu kehilangan. Dan satu pinta ku saja. Doakan pula aku agar bersanding dengan gadis yang tak kalah berbakti seperti mu. Tak kalah sayang pada imamnya. Agar kita sama" bertemu di surga nanti. Walaupun kau bukan hawa ku, dan aku bukan Adam mu. Aku yakin cinta yang dalam takan pernah hilang walau tak jodoh. Dan aku percaya cinta memang tak harus memiliki. Tapi cinta akan bahagia jika dia yang di cintai bahagia. Surat ku untuk mu wahai hawa yang tak bersanding di rusuk ku. Lengkapilah dengan cinta rusuk yang sudah menjadi takdir mu. Aku pun akan begitu, akan melengkapi dengan cinta rusuk yang menjadi takdir ku. Terimakasih untuk untaian cinta yang pernah ada. Bahagialah dengan laki-laki mu. Maka aku pun akan mencoba bahagia dengan hawa ku. Teruntuk wahai Hawa.

Puisi Lainnya

ASALAMUALLAIKUM TULANG RUSUK KU Oleh Frizda Eza Pahlevi SENJA MU Oleh Frizda Eza Pahlevi