SENJA MU
Oleh Frizda Eza Pahlevi
Aku duduk diantara pasir dan air sore itu..
Sambari menatap kosong langit yang mulai Layu..
Terasa hambar rasa ada yang kurang..
Entah apa tak terbaca dalam hati..
Terus aku berdiam dalam duduk yang tak terbayang..
Tak terasa..
Tanpa pamit mentari pun terasa menjauh dan hilang tanpa kata.
Senja...?
Iya ini senja..
Senja yang tak berwarna..
Senja yang memberi air mata.
Mungkin aku terlalu larut dalam sepi..
Dalam bingkaian alur cerita yang maya.
Seperti ketika bayangan mu mulai samar dalam mata..
Ketika sosok mu tak lagi dapat ku lihat..
Saat tangan mu tak dapat lagi ku genggam..
Bukan aku menyalhkan waktu.
Bukan juga menuntut takdir..
Tapi kenpa secepat ini kau pergi dalam kebahagiaan yang sudah tertuai..
Kenapa..!
Atau aku kurang membuat Mu bahagia..?
Aku tau kau pergi bukan karna tak cinta..
Atau bukan pula karna kau mencinta orang lain..
Tapi kau pergi meninggalkan sejuta cerita indah..
Sebenarnya aku tak rela..
Tapi aku harus ikhlas.
Aku sadar berrti tuhan memang lebih menyayangi mu dari pada aku.
Tuhan lebih ingin kau bahagia..
Bahagia dari sekedar bahagia.
Dengan kebahagiaan yang indah di surga sana..
Aku pun pernah berbincang bahwa ada pertemuan pasti ada perpisahan..
Dan disitu ada bahagia pasti kelak ada Air mata..
Dan kini Air mata yang mampu mengungkap takbir ini..
Sayang...?
Kini Kau telah hilang bersama senja.
Senja telah samar bersama kepergian mu.
Kepergian yang amat membuat ku tersentak.
Hingga hampir membuat ku ta waras..
Aku teramat mendalam meratap semua.
Semua yang merenggut kebahagiaan .
Kini aku hanya tertegun dalam diam.
Aku duduk disini untuk mengenang waktu bahagia dulu.
Waktu dimana manja mu menghias pilu ku.
Waktu dimana kau belum menghilang.
Waktu sebelum senja mu datang.
Untuk mu doa ku..
Untuk mu sayang ku dan untuk mu cerita ku.
Ini pesan senja untuk mu sayang.
Selamat jalan