🪷 Bijaksana

SI BUTA DARI GUA HURUF, BERHIJRAH KE KOTA

Oleh El Masyriq

Semilir suasana kampung halaman Berlatarkan kesejukan nan hijau, serta Kesejukan nan bening, Di sepanjang tapak jalan warga Sendukan hari hari seorang putri Yang tak kunjung berhenti Menanti di beri seragam Oleh sang ayah Bel sekolah berdering Namun hatilah yang sesalkan Ayah tak kunjung waras tabiatnya Uang dari negri tetangga, Sebegitunya ayah tak sisihkan Demi taman kanak kanak ku Ibuku kiranya tak benar dan tak salah Menyesali dan meminta surat gugat Kepada kantor urusan agama Lantaran rumah tangganya tak kokoh akibat tiang yang sempal Tiang rumah yang menyangga, Ialah yang harus tanggung Bersemi dan bertani Bertepi dan berdo'a Agaknya anak ini belum bisa baca Walaupun sudah duduk dibangku Teman temannya yang sudah fasih berbahasa Terlebih bapak yang kurang berperi kemanusiaan Membiarkannya mengidam sindrom itu Derap langkahnya di ikuti oleh kesabaran sang guru Sehingga sibuta dari gua huruf Di izinkan masuk kelas dua Walau ia baru bisa mengeja Tak perduli dia diejek dan di remehkan Tak perduli kadang pinggangnya harus merasakan sakitnya dicubit Tak putus semangat Keinginannya untuk memahami Perlahan melukiskan sejarah sang buta Ia merasa haus dan ketinggalan akan zaman Ia merasa di ambang ban sebuah trailer besar Ia akan di kelindas Atau ia takkan dapat kabur Ia terus berlari Santun bagai orang sunda Tegar ia warisi dari ibunya Ia melawan semua musuh Dengan ilmu pertapa di gua huruf, Sehingga trailer yang hendak melindas Entah kemana jalannya ia sudah tak melihatnya Ia bebas masuk keluar dari gedung satu ke gedung yang lain Bukan terlalu cerdas Bukan pula fasilitas Namun cukuplah dirinya sebagai modal Modal yang dapat membendung arus inflasi

Puisi Lainnya

DINDA Oleh El Masyriq HABITAT MANUSIA Oleh El Masyriq ANAK ANAK IBU PERTIWI Oleh El Masyriq PREMAN Oleh El Masyriq BENANG MERAH JAS HITAM Oleh El Masyriq