PREMAN
Oleh El Masyriq
Rebutan nama, tak lagi jadi buah mulut
Pajang foto kamu yang pede abis,
Sambil meniru pakaian pak jokowi
Jadi tren...
Kirim surat pribadi modusnya sudah pasti
Kamu pasti lagi cari cari
Suara golongan putih
Semboyan idealistis se ideal senyummu
Lebar dan sedikit terpaksa
Karena uang jajan nyonya di rumah
Terpotong, cuman buat narsis
Atau bahan tawaan dokar yang melintas didepan fotomu
Kamu mau dipilih Tapi kamu malah repot-repot cari hutang
Memberiku Tunjangan hari pemilu
Kamu maksa banget deh,
Jemarik pun terpaksa berdusta
Mencoblos dan mencontreng wajahmu
Karena jasamu
Bantu aku belikan anak anak baju baru
Senyummu mengelabuhi mata kami
Dengan mudah
Kau melambaikan tanganmu
Tanda kau akan pergi
Dari janji janji janpu mu
Lebay kamu
Pakai beritahu aku kalau kamu mau jadi pemimpinku
Memangnya setelah hari pelantikan
Kamu tidak mengembalikan hutangmu
Yang telah berbunga bunga di mimpimu
Mimpimu untuk memanfaatkan
Kata kata demokrasi
Rakyat hanya memilih, Selesai dah Kamu tinggal ambilin sedikit upah pekerja jalan pantura
Sedikit lagi daei bahan baku beton dan aspal
Banyak dari jatah premanmu
Karena kamu memang preman terbesar
Andai saja bukan uang bisa bicara
Presiden nomor satu akan melagukan
Lagu pahlawan Pada telinga yang tidak waras