🪷 Bijaksana

SEORANG BURUH MASUK TOKO

Puisi Wijil Tukul

Masuk toko yang pertama kurasa adalah cahaya yang terang benderang tak seperti jalan-jalan sempit di kampungku yang gelap Sorot mata para penjaga dan lampu-lampu yang mengitariku seperti sengaja hendak menunjukkan dari mana asalku Aku melihat kakiku - jari-jarinya bergerak aku melihat sandal jepitku aku menoleh ke kiri ke kanan - bau-bau harum aku menatap betis-betis dan sepatu bulu tubuhku berdiri merasakan desir kipas angin yang berputar-putar halus lembut badanku makin mingkup aku melihat barang-barang yang dipajang aku menghitung-hitung aku menghitung upahku aku menghitung harga tenagaku yang menggerakkan mesin-mesin di pabrik aku melihat harga-harga kebutuhan di etalase aku melihat bayanganku makin letih dan terus diisap 10 September 1991

Puisi Lainnya

BUKAN KATA BARU Puisi Wijil Tukul MAKIN TERANG BAGI KAMI Puisi Wijil Tukul BUKAN DI MULUT POLITIKUS Puisi Wijil Tukul E D A N Puisi Wijil Tukul SATU MIMPI SATU BARISAN Puisi Wijil Tukul