🪷 Bijaksana

BUKAN KATA BARU

Puisi Wijil Tukul

Ada kata baru kapitalis, baru? Ah tidak, tidak sudah lama kita dihisap bukan kata baru, bukan kita dibayar murah sudah lama, sudah lama sudah lama kita saksikan buruh mogok dia telpon kodim, pangdam datang senjata sebataliyon kita dibungkam tapi tidak, tidak dia belum hilang kapitalis dia terus makan tetes ya tetes tetes keringat kita dia terus makan Sekarang rasakan kembali jantung yang gelisah memukul-mukul marah karena darah dan otak jalan kapitalis dia hidup bahkan berhadap-hadapan kau aku buruh mereka kapitalis sama-sama hidup bertarung ya, bertarung Sama-sama? tidak, tidak bisa kita tidak bisa bersama-sama sudah lama ya sejak mula kau aku tahu berapa harga lengan dan otot kau aku kau tahu berapa upahmu kau tahu jika mesin-mesin berhenti kau tahu berapa harga tenagamu Mogoklah maka kau akan melihat dunia mereka jembatan ke dunia baru dunia baru ya dunia baru. Tebet 9/5/1992

Puisi Lainnya

LEUWIGAJAH Puisi Wijil Tukul SEORANG BURUH MASUK TOKO Puisi Wijil Tukul SATU MIMPI SATU BARISAN Puisi Wijil Tukul BUKAN DI MULUT POLITIKUS Puisi Wijil Tukul E D A N Puisi Wijil Tukul