🪷 Bijaksana

LEUWIGAJAH

Puisi Wijil Tukul

Leuwigajah berputar dari pagi sampai pagi jalan-jalan gemetar debu-debu membumbung dari knalpot kendaraan pengangkut Mesin-mesin terus membangunkan buruh-buruh tak berkamar-mandi tidur jejer berjejer alas tikar tanpa jendela tanpa cahaya matahari lantai dinding dingin lembab pengap Lidah-lidah penghuni rumah kontrak terus menyemburkan cerita buruk: lembur paksa sampai pagi - upah rendah jari jempol putus - kecelakaan-kecelakaan kencing dilarang - sakit ongkos sendiri mogok? pecat! seperti nyabuti bulu ketiak Tubuh-tubuh muda terus mengalir ke Leuwigajah seperti buah-buah disedot vitaminnya mesin-mesin terus menggilas memerah tenaga murah satu kali dua puluh empat jam masuk - absen - tombol ditekan dan truk-truk pengangkut produksi meluncur terus ke pasar Leuwigajah tak mau berhenti dari pagi sampai pagi cerobong asap terus mengotori langit limbah mengental selokan berwarna Leuwigajah terus minta darah tenaga muda Leuwigajah makin panas berputar dan terus menguras tenaga-tenaga murah Bandung - Solo 21 Mei - 16 Juni

Puisi Lainnya

SEORANG BURUH MASUK TOKO Puisi Wijil Tukul SATU MIMPI SATU BARISAN Puisi Wijil Tukul E D A N Puisi Wijil Tukul BUKAN KATA BARU Puisi Wijil Tukul BUKAN DI MULUT POLITIKUS Puisi Wijil Tukul