🪷 Bijaksana

SAJAK HARAP

Oleh Natalino Neparasi

Kemarin kuukir egoku di batu cadas Menyeduh kopi disaat langit menangis dan mengalirkan liuk genangan air membentuk bendungan sumpah serapahkan menanggalkan semua Lunglai termakan tanah sebelum melewati sudut-sudut Sisa-sisa debu beranjak digiring air Helaan nafasku seakan tertimbun lumpur Sepotong bayang bersijingkat memperkosa angan ingin kulantangkan suara, namun pijak dahaga memelas sekawanan kata rindu lalu-lalang melintas denyar nadi meruat tak karuan ingin kusumbat laju malam Hingga pagi tak menyapa Tapi denting waktu tak bermain kompromi Kurajut kembali sisa-sisa harap Yang tersangkut pekatnya malam Aku ingin menyunting bulan Menyusup relung pusaran hati Hingga bisa menyongsong pagi Menyulam kembali sobekan hati Menabur kasih sepanjang waktu

Puisi Lainnya

SYAIR PENGELANA Oleh Natalino Neparasi SAHABAT, BEBAS! Oleh Natalino Neparasi