🪷 Bijaksana

SAHABAT, BEBAS!

Oleh Natalino Neparasi

Berjejal aroma tuak yang di terbangkan angin Membuka lorong-lorong kesunyian Mulut yang terbungkam sekejap meletup-letup Membentuk lingkaran dengan bekas segelas aqua sebagai antrian Kemah barisan pujanga? Bukan! Ini lintasan bibir-bibir penikmat tuak Silang menyilang buain pengobral mulai diobral Menyulam jaring-jaring membentuk proyeksi Aku bersekutu dengan obralan para pengobral Kami adalah satu meski ini hanya pelampiasan temu kami Rokok, arak adalah simbolik kami pekikkan “bebas” Asap berjerjal membentuk awan kemudian lenyap termakan angin Tidak ada pengerutu. Senyum terbentuk di sudut-sudut kesunyian malam Jarum jam lalu lalang tanpa kompromi merangsak maju Mengikuti adrenalin yang kian memuncak untuk mengalahkan malam Kupahat kisah malam ini dengan sebaris harap Biarkan kami tetap bersekutu Merajut reka-reka yang telah kami degungkan malam ini Hingga fajar menjemput dan kami kembali menabur Dan hujan kembali menyalami Kamipun menikmati tuain-tuain kebajikan.

Puisi Lainnya

SAJAK HARAP Oleh Natalino Neparasi SYAIR PENGELANA Oleh Natalino Neparasi