🪷 Bijaksana

DUSTA

Oleh Bambang Sukmadji

Jangan kau terburu, melempar dustamenimang perguliran harilantas kau suguhkan, sayatan demi sayatanhingga tak lagi, aku sempat menilik jantung hatiyang seharusnya berada di kubangan air bunga bila aku raih yang nampak dalam guratan tangankunamun kau hanya mencanda tiupan angindari sisi bukit yang menjulang anggunsementara hariku kau tepis ke tengah fatamorganadengan kemilau warna pelangiyang kusam.. lantas sepiakupun tak tahu Dalam hitungan hari dan deru waktukau ayunkan langkah kakihingga ke puncak bukit pesonadengan gaun Sinderella.. kau senyum ramahmeluruhkan semua daun palmamenerbangkan sulaman kain kelambuyang aku bentangkan memenuhi semua liuk tubuhmu Akupun memunguti langkah surutdi batas senja dengan seribu tangan malaikatyang menghipnotisku, dalam hari hari birumasih mampu aku ikat benang benang merah jinggasampai ke semua penjuru langithingga Sang Supraba aku teriakimeski parau suaraku, namun seribu derai tawapuncak bukit sepanjang negeri sorgamenelikungku aku terhenyak Wajah hari semakin aku kenal.. nyanyian kutilangtak memekakan telingakukerutan dahi yang memerah... telah bertumbuhsesubur bunga di taman halaman gubugkubiar saja kau pincingkan kedua matamutak lagi menyelingkuhi hari hari dalam memburu(Semarang, 5 Pebruari 2012).

Puisi Lainnya

TELAH MENEPI PERAHUKU Oleh Bambang Sukmadji TEMARAM SENJA DI KOTAKU Oleh Bambang Sukmadji SEHALUS BENANG SUTRA Oleh Bambang Sukmadji ANTARA SEMERU DAN MOUNT EVEREST Oleh Bambang Sukmadji JANGAN PERNAH HIRAU Oleh Bambang Sukmadji