🪷 Bijaksana

TEMARAM SENJA DI KOTAKU

Oleh Bambang Sukmadji

Kotaku menenggelamkan seluruh tubuhkumeski aku dilahirkan di sini.. aku kokohkan sendi tulangku sendiri agar temaram senja tak menjauhkan akukotaku tak menyisakan satupun yang kumilikitelah aku benahi segalanya, tatapan mataku, kayuh kakikuberibu mulut parau melemparku hingga pucuk ilalang Semua nampak tak sedikitpun meraih eksotis mawarpadahal dengan angin kembara aku hiaskandi wajah kotaku, yang menyimpan seribu sembiluaku tersudut di kotaku sendiri, namun semuanyamemburu detik, demi sayap sayap burung merakaku sekejap dalam separo nafasku Segalanya memang Kodrat dan Iradat dariNY Aaku sambut dengan percikan air kembangdan bentangan puji memenuhi kamarku, aku menggapai artilantas sederetan puncak bukit menyerpihkan asa padakuhingga aku meluruskan batas pandangkotaku tertinggal di jauh detik yang menerkamku Di kota ini.... kembali aku lahir, dengan selendang bidadaridan angin sejuk membawakan keranjang hidupaku bersama wewangi bunga setamanindah menggurat wajah pagi, tanpa suara parautanpa layu bunga, tanpa hunian gersang dan tanpadebu debu kemarau yang menderaku Bukankah aku lahir di kotakudengan semburat awan jingga dan tujuh warna pelangi lantas mengapa kau diam membisu, saat aku berkemasdengan dewa dewi Indraloka bertabur tarian gadis manjabarangkali lantaran aku terselip dalam nyanyi jalangburung hantu di siang hari bolong Sehingga semua tertawan dalam tawa renyahlantas aku melipatkan sayap, menukik tubuhkumemunguti bumiku sendiri.. lengangaku tak akan pernah melempar wajah berkeruttetaplah kau kotaku dalam biru rindukukarena aku terlahir sebagai tulang dan daging Hari hari adalah miliku sendirihari hari adalah langkahku sendirihari hari adalah wajahku sendiri Aku terselip di kotaku yang baru, yang melahirkankasih suci bersama istri dan anaku Semarang, 14 Desember 2012Bambang SukmadjiMA Futuhiyyah 1 Mranggen Demak JATENG

Puisi Lainnya

SERIBU MIMPI Oleh Bambang Sukmadji SEHALUS BENANG SUTRA Oleh Bambang Sukmadji TELAH MENEPI PERAHUKU Oleh Bambang Sukmadji DUSTA Oleh Bambang Sukmadji HBD KU Oleh Bambang Sukmadji