Idiom & Ungkapan Indonesia
2116 idiom dan ungkapan dalam Bahasa Indonesia.
hilang bini boleh dicari, hilang budi badan celaka, hulu malang, pangkal celaka, malang celaka Raja Genggang, anak terbeli tunjang hilang, sesal dahulu yang bertuah, sesal kemudian yang celaka, tuah anjing, celaka kuda, tuah melambung tinggi, celaka menimpa, celaka sebesar gunung
Kata dasar: ce.la.ka
hilang bini boleh dicari, hilang budi badan celaka, kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan (sayang di anak dibenci, sayang di negeri ditinggalkan)
Kata dasar: bi.ni
hilang dicari, terapung direnangi, terbenam diselami, terapung sama hanyut, terendam sama basah, terapung tak hanyut, terendam tak basah, terapung tak hanyut, terendam tak basah
Kata dasar: ter.a.pung
hilang dicari, terapung direnangi, terbenam diselami, tertimbun dikais, terbenam diselam
Kata dasar: ter.be.nam
hilang kabus, teduh hujan
Kata dasar: ka.bus
hilang kabus, teduh hujan, terang kabut, teduh hujan
Kata dasar: te.duh
hilang kilat dalam kilau, kilat di dalam kilau
Kata dasar: ki.lau
hilang kilat dalam kilau, kilat di dalam kilau, tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi orang buta
Kata dasar: ki.lat
hilang rona karena penyakit, hilang bangsa tidak beruang
Kata dasar: be.ru.ang
hilang rona karena penyakit, hilang bangsa tidak beruang, obat jauh, penyakit hampir
Kata dasar: pe.nya.kit
hilang satu, sepuluh gantinya, masuk lima, keluar sepuluh
Kata dasar: se.pu.luh
hilang sepuh, tampak senam
Kata dasar: se.puh
hilang sepuh, tampak senam, sebagai sadur menimbul(kan) senam
Kata dasar: se.nam
hilang tak bercari, lulus tak berselami, kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari, kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari, lulus tidak berselam, hilang tidak bercari
Kata dasar: ber.ca.ri
hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu, ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya, mudik menyongsong arus, hilir menyongsong pasang, rongkong menghadap mudik, seorang ke hilir, seorang ke mudik, tingkalak menghadap mudik, lukah menghadap hilir
Kata dasar: mu.dik
hitam tahan tempa, putih tahan sesah
Kata dasar: se.sah
hitam, hitam gagak, putih, putih udang kapai (hitam, hitam bendi, putih, putih sadah)
Kata dasar: ben.di
hitam, hitam gula jawa, manis seperti gula derawa, (manis bagai gula jawa)
Kata dasar: Ja.wa
hitam, hitam kereta api, putihputih kapur sirih
Kata dasar: ke.re.ta
hitam, hitam kereta api, putihputih kapur sirih, sebagai kunyit dengan kapur
Kata dasar: ka.pur
hujan berbalik ke langit
Kata dasar: ber.ba.lik
hujan jatuh ke pasir, lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai, semanis-manis gula, ada pasir di dalamnya (manis-manis gula berpasir jua, sepahit-pahit jadam menjadi obat), tidur bertilam pasir
Kata dasar: pa.sir
hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik jua di negeri kita, patah lidah alamat kalah, patah keris alamat mati
Kata dasar: ke.ris
hujan panas permainan hari, senang susah permainan hidup
Kata dasar: per.ma.in.an
hujan panas permainan hari, senang susah permainan hidup, padi segenggam dengan senang hati lebih baik daripada padi selumbung dengan bersusah hati, segala senang hati
Kata dasar: se.nang
hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat
Kata dasar: sim.pai
hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat, mengebat erat-erat, membuhul mati-mati, mengebat erat-erat, membuhul mati-mati, menggenggam erat, membuhul mati
Kata dasar: e.rat
hujan tempat berteduh, panas tempat berlindung, tinggi banir tempat berlindung
Kata dasar: ber.lin.dung
hulu malang, pangkal celaka, malang celaka Raja Genggang, anak terbeli tunjang hilang, malang tak berbau, malang tak boleh ditolak, mujur tak boleh diraih, mujur sepanjang hari, malang sekejap mata, mujur tidak boleh diraih, malang tidak boleh ditolak, tak putus dirundung malang
Kata dasar: Ma.lang
hulu mujur pandai bertenggang (bertengkar), hulu baik pandai memakai, tersesak undang kepada yang runcing, tiada dapat bertenggang lagi
Kata dasar: ber.teng.gang