🪷 Bijaksana

SURAT TERBUKA DARI GAZA

Oleh Sutrisnohanadi

Kepada Yang Terhormat Para petinggi dunia Di Gaza tidak terjadi perang Tapi pembunuhan masal Pembantaian tak berperikemanusiaan Apa reaksi kalian Masihkah memperbincangkan nya di meja perundingan Berdebat panjang tentang perjanjian wilayah Di selembar kertas Mencari siapa yang melanggar Sementara darah ibu dan anak-anak terus berceceran Menggenang di tengah jalan di puing-puing bangunan Kota di bombardir siang malam Tanpa rasa sungkan Kalian masih tenang-tenang Belum habis semua Belum musnah segala Masih banyak darah belum tertumpah Masih ada yang tertinggal Masih ada kelompok yang bertahan Wahai petinggi dunia Punya nurani kah kalian Wahai petinggi dunia Masih bisakah kami berharap Kalian dapat membereskan Atau kami yang harus mengambil keputusan Menjadi martir kekejaman Karena jeritan kami yang begitu panjang Belum menyentuh hati kalian Apa yang kalian tungguAtau Kalian memang tak menunggu apa-apa Biarkan saja Lebih baik biarkan Kemenangan siapapun Tak menguntungkan O di langit ternyata Cara pandang berbeda Dengan di bumi Di sana semua hanya Permainan Tak ada hubungan antara Ucap dan perbuatan Hitam putih hanya bagi kami Di sana hanya ada biru atau ungu Atau tak ada warna Darah tertumpah di Gaza Dimana-mana Menggenang sebentar lagi jadi telaga Para petinggi dunia Dapat Melepas dahaga Di sana Tertawa-tawa Di tepi telaga  sudah Tenang di Gaza.

Puisi Lainnya

LELAKI BIASA Oleh Sutrisnohanadi