LELAKI BIASA
Oleh Sutrisnohanadi
115. Lelaki biasa
Dia berjalan di gang-gang becek
Lalu lewati genangan sepinggang
Tak ada kecanggungan
Sekilas nampak kepedihan di wajahnya
Hanya sekejap Lalu menyimpan rapih kesedihan di hati
Di wajahnya nampak keyakinan
Harus ada jalan keluar
Dia berjalan di terik kencang
Menemui pedagang pinggiranMendengar
Menampung keluhan
Bercengkrama dalam keterbukaan Bergurau lalu
Membicarakan kesemrawutan dan harapan
Mencari jalan terbaik tercapai kesepakatan Dia lelaki biasa
Lelaki sederhana
Yang ingin membangun bangsanya
Menghadirkan kemakmuran bagi semua
Terlampau besarkah cita-citanya ?
Mari kita bertanya
Adakah yang bisa mengalahkan tekad ?
Adakah yang dapat menumbangkan kejujuran ?TidakYa
Jawabnya tidak116. Lelaki biasa
Di pundaknya
Terlalu banyak orang menaruh harapan
Dan impian-impian
Dia memikulnya
Entah sampai kapan ia akan bertahan
Bagaimana kita ?
Apa kita lakukan ?
Mari membantunya Kita bisa saling menggenggam tangan
Merapatkan barisan
Mendukung kinerjanya Jika kita ingin mewujudkan cita-citanya
Cita-cita kita
Mari laksanakan salamnya
Salam tiga jari
Yang menyimpan kekuatan maha besar
Yang sanggup melawan semua tantangan
Mari kita melangkahBersama
Saling memberi kelebihan
Menambal kekurangan Guna tercapai tujuan
Dia lelaki biasa
Lelaki sederhana dari desa
Yang mempunyai semangat dan integritas Bermodal keberanian dan kejujuran
Ya kejujuran
Kejujuran yang saat ini sangat di butuhkan Setelah penyimpangan dan penyimpangan
Keserakahan yang mengerikan Kebocoran yang makin besar
Yang membuat negeri ini
Nyaris porak poranda
Atau sudah117. Lelaki biasa
Di ajang pemilihan
Dia harus melewati berbagai hantaman
Fitnah dan kampanye hitam
Dia bertahan
Harus di punyai kesabaran
Di dukung para relawan yang relawan
Yang menuntut revolusi mental
Dia memantapkan langkah
Bersama berjuang di dukung relawanmerebut hati rakyat
Dengan keterbukaan Persaingan begitu ketat
Begitu menimbulkan gairah jika saja
Tidak di nodai dengan kekisruhan Dan tuduhan yang kejam
Dia yang menjunjung kejujuran Di sangka melakukan kecurangan Tak dia mengerti kenapa
Sahabat yang seharusnya bersaing sehat
Menuduhnya demikian
Dia tak dapat mundur sekarang
Karena amanah rakyat tak bisa dia abaikan
Apapun yang terjadi
Dia harus maju mengemban tugas
Amanah rakyat dan relawan
Di kuatkan hatinya
Lurus tajam pandangnya kedepan
Ia ucapkan
Mari lakukan revolusi mental
Di mulai dari sekarang
Jangan tunda
Mari bersama berjuang menuju
Indonesia yang lebih baik.118. Lelaki luar biasa
Dia lelaki sederhana dari desa
Lelaki luar biasa
Dia Presiden kita
Walau aku tak memilihnya
Mungkin kenetralan lebih bisa
Melihat apa adanya
Tidak berat sebelah
Siapa sesungguhnya lebih mampu
Menghadapi tantangan ke depan
Lebih layak di harapkan Suara rakyat mungkin benar suara Tuhan
Bukan karena hasil pencitraan Saatnya sekarang bersatu
Merapatkan barisan
Mewujudkan Indonesia yang mampu
Memenangkan persaingan berbagai bidang
Mampu mengatasi tantangan berat bagaimanapun bentuknya Kita bantu programnya Kita awasi kerjanya
Memperingatinya kala menyimpang
Menegurnya jika ia melanggar amanah
Sepertinya ia terbuka untuk semua saran perbaikan
Bukan karena ia tak mampu atau tak punya ketegasan
Bukan boneka seperti sangkaan banyak orang
Tapi ketulusan lah yang mendasarinya ia terbuka
Ia tegas ia berani mengambil resiko mengambil keputusan Kesalahan mengambil kebijakan lain dengan penyimpangan
Berbeda dengan menyalah gunakan jabatan
Tak ada manusia yang sempurna
Entah ia masuk dalam pengecualian atau tidak
Dia lelaki sederhana dari desa
Lelaki luar biasa
Dia Presiden kita
Walau tak memilihnya Mari mendukungnya Kepada para relawan
Kepada seluruh rakyat Indonesia Ucapkan salam tiga jari
Rapatkan barisan
Bersatulah Bekerjalah Di cengkeraman Garuda lambang negara
Tertulis amanah para pendiri bangsa
Jayalah Indonesia .