SINAR MASA KELAMKU
Oleh Imam Mukhlisin
Hujan membasahi tanah tempat kuberpijak..
Dingin memeluk erat kulit kusamku..
Dan nyamuk-nyamuk kecil pun menciumku..Ibu..
Apa engkau merasakan apa yang kurasa??
Pertanyaan itu yang selalu menghangatkan pikiranku..
Otak kotorku menyimpulkan tanpa pemikiran..
Hati berkata bahwa ibu layaknya bulan yg terkelabui awan gelap..
Yang berbohong dengan keindahannya..
Namun aku salah..
Kerinduan menyadarkanku..
Sampai kapanpun bulan tetaplah harta kala hari menggelap..
Begitu pula engkau bu..Ibu..
Peluk anakmu ini..
Peluk anakmu yang telah melukiskan noda pada kasih sayangmu..Ibu..
Tuntun anakmu ini menuju ridhomu..
Tuntun anakmu ini sama seperti engkau menuntunku saat ku belum mampu tuk melangkah..Ibu..
Suatu saat nanti cintamu akan kubalas..
Bersabarlah bu, bersabarlah menanti janjiku..I love u Mom