🪷 Bijaksana

SEMU

Oleh Nia ellzaqim

Alhasil, aku terbesit lagi oleh pikirku Kutak mau sedikitpun dapat mengalihkanku Hingga beku ! Beribu rasa sesal berbelit diurat nadiku Walau sudah berhasil pergi rasa itu Tetap saja candu ! Oleh biji-biji sesal yang telah tumbuh Begitu subur disiram si bayangan pilu Aku kambuh ! Oleh satu nama yang memenuhi rindu Begitu benar - benar untuk dirindu Tak lagi utuh ! Di persimpangan antara siang malamku Dalam satu purnama Terdengar dengkuran dari mata si banyangan pilu Ada apa denganku ? Jiwaku lagi - lagi mengajak tandu Khayalku sekali lagi terjirat untuk merindu Aihh, sudahlah . Itu hanya berakhir dengan kebercandaan saja. Karna si bayangan pilu hanyalah sahabat dulu Iya, sahabat tapi hanya dulu.

Puisi Lainnya

DI HUJUNG NAFAS Oleh Nia ellzaqim