PRAY FOR KELUD
Oleh Fidela Fauziah
Pada dekapan ibu, aku mendengar amukan keras itu
Dia amat sangat menyala, tak lama petir belingsatan
Amarahnya tak terbendung lagi, dan dikeluarkanlah semuanya
Ibu, aku takut
Kelud telah mengamuk, malam itu aku lupa akan kantuk
Mengapa orang-orang panik bu?
Ku pejamkan mata, masih dengan gemuruh-gemuruh Kelud
Bagaimana dengan rumah kita bu?
Dimana keluarga kita yang lain? Aku lelah bu
Apa yang kau rasakan Kelud? Bisakah kita berbagi cerita?
Ceritakan padaku, apa yang membuatmu murka
Aku berjanji, akan terus bernyanyi di sampingmu
Agar disaat kau hendak marah, kau tak perlu memuntahkan materialmu
Debu yang kau tebarkan, telah mengotori sekolahku
Lantas, dimana aku akan belajar, Kelud?
Oh Kelud, dadaku terasa sesak, mataku terasa pedih
Kurasakan napasku yang mulai tersendat-sendat
Aku tak bisa melihat kepanikan orang-orang lagi
Bahkan, aku tak bisa mendengar tangis ibuku lagi
Kelud, aku telah di sampingmu
Dan aku telah bernyanyi di sampingmu
Agar, tak ada lagi kepanikan, dan tak ada lagi debu vulkanik
Aku telah bernyanyi di sampingmu
Agar, teman-temanku tak perlu kehilangan waktu belajarnya
Jangan murka lagi Kelud, agar tanah Jawa tak lagi berduka
Aku telah memenuhi janjiku
Aku akan senatiasa bernyanyi, di sini, di sampingmu