🪷 Bijaksana

PRAY FOR KELUD

Oleh Fidela Fauziah

Pada dekapan ibu, aku mendengar amukan keras itu Dia amat sangat menyala, tak lama petir belingsatan Amarahnya tak terbendung lagi, dan dikeluarkanlah semuanya Ibu, aku takut Kelud telah mengamuk, malam itu aku lupa akan kantuk Mengapa orang-orang panik bu? Ku pejamkan mata, masih dengan gemuruh-gemuruh Kelud Bagaimana dengan rumah kita bu? Dimana keluarga kita yang lain? Aku lelah bu Apa yang kau rasakan Kelud? Bisakah kita berbagi cerita? Ceritakan padaku, apa yang membuatmu murka Aku berjanji, akan terus bernyanyi di sampingmu Agar disaat kau hendak marah, kau tak perlu memuntahkan materialmu Debu yang kau tebarkan, telah mengotori sekolahku Lantas, dimana aku akan belajar, Kelud? Oh Kelud, dadaku terasa sesak, mataku terasa pedih Kurasakan napasku yang mulai tersendat-sendat Aku tak bisa melihat kepanikan orang-orang lagi Bahkan, aku tak bisa mendengar tangis ibuku lagi Kelud, aku telah di sampingmu Dan aku telah bernyanyi di sampingmu Agar, tak ada lagi kepanikan, dan tak ada lagi debu vulkanik Aku telah bernyanyi di sampingmu Agar, teman-temanku tak perlu kehilangan waktu belajarnya Jangan murka lagi Kelud, agar tanah Jawa tak lagi berduka Aku telah memenuhi janjiku Aku akan senatiasa bernyanyi, di sini, di sampingmu

Puisi Lainnya

SAJAK UNTUK TUHAN Oleh Fidela Fauziah TETAP TERDIAM Oleh Fidela Fauziah UNTUK IBU Oleh Fidela Fauziah KU HAPUS JEJAKKU Oleh Fidela Fauziah AKU PENGECUT Oleh Fidela Fauziah