🪷 Bijaksana

NYAWA BERNYALA TAWA

Oleh Dwiara Artha Kusuma

Nalar logika menghitam terjerumus Tersedak heran saat terhunus Meretakkan nektar cangkang telur Skeptis kedamaian telah tertulur Bola langit terpotong cakrawala Pandang terbatas dalam bianglala Memaksa masa takkan melusa Masa-masa dimana tak lagi berkuasa Kelana makna tak pernah tertebak Nyala nyawa yang akhirnya terjebak Terjerembab lembah tak berjawab Melembabkan nyawa tanpa sebab Nyawa tawa yang tak berutara Bawa nyawa meratap ke utara Nyala nyawa tak pernah patah Bagai setajam pedang merajah Mimik wajah adalah sampul Berhak bercorak tawa tersimpul Terlelaplah ramai dalam kedamaian Terbangunkan damai diatas keramaian

Puisi Lainnya

GENERASI BERNARASI PREMATUR Oleh Dwiara Artha Kusuma SOSIAL TEREMAS SEKULER Oleh Dwiara Artha Kusuma SUNDAL KANAL KOTA Oleh Dwiara Artha Kusuma