🪷 Bijaksana

GENERASI BERNARASI PREMATUR

Oleh Dwiara Artha Kusuma

Diskusi tenggelam menyelam ke kawah Dialog kabur terjebur ke lembah Ekspedisi verbal bercinta mencipta nista Penuh terminologi sesat di setiap makna cinta Kapasitas bersedekah perspekif semakin bebas Kodrat norma terlahap dengan buas Pluralisme mengerucut sujud atas nama regulasi Inilah fakta berfaktor regenerasi yang basi Menyudahi formalitas demi eksistensi diri Pandangan netral semakin berbelok ke kiri Memaksa keberagaman demokrasi menyusut kerdil Memakan mental-mental belia yang masih labil Bulu-bulu garuda rontok oleh ulah bengis liberalis Pancasila berndenyut kritis lunturlah nasionalis Nadi-nadi bernegara erat berurat darurat Bergelora tersiksa di samudera, udara, dan darat Menggadai harga diri pribumi pertiwi Pancasila diantara nusantara terkoyak intervensi Membakar kedamaian kemerdekaan yang berlubang Viralnya kontroversilah menjadi sebuah gerbang Kini sudah terjajah sejarah kemerdekaan Menikam tajam rekaman pejuang kepahlawanan Menyisakan generasi pasi bermental manufaktur Sejarah akan terisi narasi berstruktur prematur

Puisi Lainnya

SUNDAL KANAL KOTA Oleh Dwiara Artha Kusuma NYAWA BERNYALA TAWA Oleh Dwiara Artha Kusuma SOSIAL TEREMAS SEKULER Oleh Dwiara Artha Kusuma