🪷 Bijaksana

JENUH AKU BERHARAP

Oleh Miki Rahmat

Aku telah memohon kepadamu Untuk tetap selalu bersama Namun kau tak mengindahkannya Kau pilih untuk berhenti mengenalku Menjauh adalah keputusan yang kau pilih Jenuh aku berharap Kepadamu yang tak lagi peduli Yang mudah datang dan juga pergi Alasanmu tak dapat ku terima Meski kau selalu menepisnya Apa yang salah denganku? Mengapa perasaanku selalu tak bertaut padanya Sedangkan yang kuinginkan, tak pernah menginginkanku Mungkinkah ini hukum karma dimasa lalu? Atau aku yang terlalu berharap? Impianku telah sirna sudah Ketika ingin ku lukis rasa bahagia di tiap titian kehidupanmu Namun biduk yang kukayuh kan merapuh Menjadi buih tiada arti Terlanjur aku bersahabat dengan sendiri Kini kau hanya menjadi ilusi Hadirmu hanya bayang-bayang maya Tiada yang nyata kurasa Selain kata-katamu yang pernah terucap Yang kan selalu kuingat Mengesalkan... Jika ku kembali menoleh kebelakang Memandang masa lalu yang tetap hadir diingatan Dengan tuduhan: Akulah yang menggoreskan kecewa dihatimu Namun aku telah berhenti berharap Hingga jenuh aku tiada membuahkan hasil Mataku tak lagi memandangmu Terhalang oleh bayang-bayang disampingmu Mengesalkan : seolah janjiku yang telah ingkar Kau takkan pernah mengerti Takkan pernah... Karena bantahan yang selalu kau lontarkan Adalah wujud dari sikap apatismu Hanya kau yang paling benar Argumenku selalu tersampahkan Karena logikamu telah mati untuk menerima Jenuh aku berharap Berharap untuk selalu didengar Sia-sia : Seolah aku tak pernah benar sekali pun

Puisi Lainnya

LANGIT KERINDUAN KITA Oleh Miki Rahmat GORESAN TIADA ARTI Oleh Miki Rahmat BAHAGIALAH Oleh Miki Rahmat YANG TAK KAU SADARI Oleh Miki Rahmat HUJAN DI LANGIT PEKANBARU Oleh Miki Rahmat