GORESAN TIADA ARTI
Oleh Miki Rahmat
Engkau kembali
Ku memandang dari celah-celah jendela
Ketika rinai turun hingga pagi
Dan aku mulai berharap pasti
Rasanya akrab sudah
Ketika ku bercengkrama dengannya
Sudut-sudut ini saksinya
Memorinya setiap goresan-goresan yang dipahat
Apa yang membuatku tak mengerti
Ketika pengalaman adalah hasilnya belajar
Aku selalu diam dalam hati
Menolak bersuara ketikanya bergetar
Bunyi-bunyi syahdu kematian
Getar-getar sisa akhir napas
Sudah membekas di syaraf-syaraf
Dan juga denyut-denyut kehidupan
Bergegaslah dan lekaslah
Berlarilah dan mengejarlah
Hasilnya tetap sama
Ia menerkam setelah pengintaian
Konsekuensinya diujung
Saat bayang-bayang sesal meracuni
Merusak akal kehidupan
Itu tak kau goreskan diujung pena
Apa lagi ketika jalannya laknat
Ucapan hanya buih-buih
Lemparkan kembali menjadi ari-ari
Lahirkan suci yang abadi
Bisakah?
Memilih apa yang tak bisa
Kembali bodoh
Yang terbuka hanya seperempat ujung jarum