HUJAN DAN MAWAR UNTUKKU
Oleh Jene Monika Hukom
Hujan dan Mawar untuk ku tapi bukan milikku
Kata apa yang dapat mewakili kepedihan ini?.
Derasmu tak lagi membasahi hatiku
Durimu tak lagi menusuk jantungku
Dekapanmu tak lagi menyesakkan nafasku
Begitu menyakitkannya kah perbuatanmu itu?
Kenapa tak ku temukan alasan yang tepat untuk ini?
Hujanku terasa tidak menawan lagi
Mawarku terlihat tidak menarik lagi namun rasa kagum masih ada
Kagum yang seharusnya
Nyamanku telah hilang saat itu juga
Dan bahagiaku ikut bersamanya
Maaf untuk itu, tapi sungguh itu terjadi
Ingin ku tetap dengan rasa ini
Aku masi suka, aku masi ingin menikmati tiap detakannya
Tapi dia pergi tanpa izin dariku
Membuat semuanya makin rumit.
Rumit,
Aku menemukan ini sebelum kamu ada
Kini ku tahu, ternyata dia ada untuk ini
Kata itu juga ada padamu jauh sebelum jemarimu menggenggamku.
Hei sadarlah!
Aku akan pergi meninggalkanmu.
Saat ini aku masi tinggal,
Karena khawatir ku padamu
Karena takut ku kehilanganmu
Dan aku belum siap untuk menyesal.
Tanyaku saat ini,
Mana yang lebih menyakitkan
bersamamu dan terus berpura-pura menerima semuanya atau meninggalkanmu?"
Maros, 22 April 2016