🪷 Bijaksana

DEAR HUJAN

Oleh Jene Monika Hukom

Dear hujan, Apa aku harus juga menuliskan kata indah untukmu? Apa aku harus juga mengetik ribuan makna tentangmu? Tentang gemuruhmu, dinginmu, Sebagai perwakilan kerinduanku dan kerinduan mereka terhadapmu. Andai kata yang tercipta menjadi gumpalan awan yang menghadirkanmu Aku akan menuliskan ribuan kata indah itu untukmu. Dear Hujan, Aku rindu padamu Dan kau tahukan seperti apa bila aku sudah rindu? Takaran rinduku Itu sudah tidak menjadi rahasia lagi bagimu Jadi jangan buat aku merindukanmu!!! Dear hujan, aku rindu Rindu suara gemuruh pertandamu, Rindu keindahan senja di rintitan kecilmu, Rindu benturan keras di malam derasmu, Rindu coretan pelangi yang kau ukirkan bersamamu, Rindu udara sejuk yang kau tinggalkan seiring kepergianmu. Kau bukan hanya inspirasi para pujangga Bukan hanya tempat curhatnya para penggalau Bukan hanya untuk permainannya si kecil Bukan hanya untuk aku, Kamu lebih dari itu Jadi temui aku, temui mereka!!! Maaf bila memaksahmu, Tapi mereka yang hanya bisa minum dari tetesanmu, mereka yang sangat membutuhkan segarnya udara yang kau bawa bersamamu, Itu lebih dari kerinduanku terhadapmu. Entah ini ulah angin yang menghadangmu Pembawamu yang enggan menampungmu Atau dirimu yang tidak lagi ingin menemuiku? Atau mungkin juga doa kami yang masi kurang terhadap sang pencipta agar menghadirkanmu? Hmmm Entahlah, Tapi harapku untuk kau pelipur lara Kau musim yang basah Kau penyejuk dunia Kau temanku Kau yang bernama Hujan Datanglah!!! aku rindu, sungguh. (Catatan tentang Hujan) Maros, 22 Oktober 2015 (02:25)

Puisi Lainnya

HUJAN DAN MAWAR UNTUKKU Oleh Jene Monika Hukom HUJAN PERTAMA SAAT SENJA Oleh Jene Monika Hukom