🪷 Bijaksana

DURI DI TANAH SUBUR

Oleh I Putu Supartika

Bergelantungan pada nasibmereka yang mengalirkan hidup di sanabergantung pada lahan gemburyang menjadi daerah kehidupannyadan itu akan membawanya pada kemakmuran Di saat sawah telah menghamparwereng datang memboyong pergi sebuah harapanpupuk hilang dari pandanganair menghilang di telan bumisemuanya jadi hilang Ada kerinduan pada kemakmurantapi kini harus jadi sebuah harapan penantiandan………. tak terkabulkan Banyak yang mengharapkan datangnya seorang peritapi yang datang seorang raksasi Bila kita lihat bumi pertiwikaya akan segalanyahutan-hutan yang lebatair yang mengalir dengan kesejukanlahan pertanian yang luasitu kenyataan seharusnya di negri ini Namun, kita tak bisa untuk menggunakanhingga banyak yang meranamereka-mereka hidup di jalananpelana-pelana kehidupan yang layak menjauh darinya. Mengapa ini harus terjadi?mengapa mengapa ini terjadi di negeri tercinta kita yang subur dean gembur? Bila mereka berteriak atau menangis, kita bisa apa selain kita ikut-ikutan jadi mereka Padahal tangan kaki kita adalah bekalpadahal kita dan mereka bisa bekerjasamatangan kaki gerakkan untuk kesuburantak usah teori saja yang kita telatarkankita perlu melakukan sebuah aplikasi riil Saat kita lihat mereka menangiskita ikut menangisapa itu yang harus kita lakukan padahal kita insan yang berhatimestinya kita giring mereka untuk membuat negeri ini bahagia Negeri ini adalah tanahadalah tanah yang suburkita injakkita banguni gedung-gedung bertingkattambah pelebaran jalanberapa hektar kita sia-siakan berapa penghasilan yang mungkin kita dapat bila itu kita olah? Pohon-pohon besar kita tebangmereka ikut-ikutan menebanglalu……………………………………………………….. hutan-hutan telah menipisdan air hilanghingga negeri ini kepanasan dan kekeringan Apa kita mesti berdoa saja pada Tuhan agar air tumbuh menjadi aliran yang menyejukkan agar rasa haus terobati mestinya kita harus berpikir ke depanlihat da resapiapa yang akan terjadi nanti? Bila semua beginikesuburan akan kemana perginya mungkinkah beton-beton yang kokoh yang kita pandangi setiap hari bisa kita makan?atau kita akan kenyang lihat kendaraan yang saling menyapa? Mungkin lama-lama kita akan matikalau ini mengakar di negri kita Apa dan apa yang bisa dikata selain kita menunggu kematian datangkarena semua yang kita harapkan telah menjadi duri dalam daging

Puisi Lainnya

MAKAN BATU CADAS Oleh I Putu Supartika BUNGA KEBANGGAAN Oleh I Putu Supartika DI PANTAI LOVINA Oleh I Putu Supartika TANGAN DEWA PELURUH HATIMU, AKU PEMILIK HATIMU Oleh I Putu Supartika NYANYIAN SURGA DARI BALI Oleh I Putu Supartika