🪷 Bijaksana

DI PANTAI LOVINA

Oleh I Putu Supartika

Aku berdiri penuh teka-teki Dalam perjalanan mengarungi pasir yang berbatu Dengan segera kulepas kepenatan jiwa kelesuan di raga Kuhempaskan belenggu di rasa-rasa lewat angin yang berdesir lesu Ombak lunglai menahan belenggu di tengah deras air laut Dan hijau nyiur melambai menyapaku Karena di sini, di Lovina Aku melepas lelah Merekah angan-angan Mencari makna jalan yang berbatu Mengubur kelam mimpi di beranda rumahku Saat malam, kerlip lampu dari villa-villa megah merona bagai mawar kuning Membawa hawa merapat di tengah riak air laut Gadis-gadis belia tertunduk menatap wajahnya dalam gelap Dan cahaya putih seindah mawar putih memancar Dari wajah seorang gadis muda tatkala bersenda di bawah bulan purnama Hatiku terpukau terpaut dalam nyanyian cinta Sementara ombak enggan untuk pulang ke peraduan malamnya Nyanyian malam bersautan saling menyapa Aku asing di daerah ini Aku tak dikenal di sini Dan wajahku bukan warna-warna di daerah ini Yang selalu bertengger dan meraup hidup di sini Tapi, aku sama dengan air laut di sini Di pantai Lovina Yang tak tau apa-apa, dan dibawa arus hingga ke sini Bagi mereka aku tak di kenal Dari mana aku dibawa hingga tepat berdiri di atas pasir ini Aku sungguh asing dan tak di kenal Saat pagi mentari terbangun Ia merenges di balik dedaunan, dan berselimut awan Ombak yang nakal mengejek dan menertawakannya Tapi, banyak yang suka pada matahari bila ia baru bangun Padahal ia belum mandi dan masih bau badan Anak kecil bersama ibunya berlari-lari kecil Menikmati dunia yang kecil di sini Karena ia yang baru merasakan keindahan Karena ia ingin bermanja Di Lovina Lovina yang tak akan pudar dari zaman ke zaman Dari waktu ke waktu Dari hari ke hari Maka ia harus dinikmati dan dirasakan Para touris berjemur tak jemu-jemu Merasakan bara api matahari yang manja Tawa kecil dari bibir merahnya berwarna tatkala ia bercanda Memadu keceriaan meraup kepuasan Dan mendamaikan hati yang resah Ia rebahkan tubuh kecilnya Dan nikmati tumpukan pasir Dikala siang Dikala ombak masih tak lelah untuk melompat dan menggulungkan tubuhnya Aku berlari mengejar ombak dan merengkuhnya Angin menerpa pasir dan membawanya ke surga Perlombaan semakin sengit antara ombak dan waktu untuk mencapai kemenangan Dan pertempuran mereka tak akan pernah sirna sepanjang zaman Selama siang menjadi malam, dan malam menjadi siang Esok hari mentari kembali menyembul di ufuk timur Ombak masih berdebur di Lovina Waktu pun akan berjalan seperti biasa Di sini di pantai Lovina Di Singaraja yang indah Aku berlari mengisi sisa kesepianku Merapikan rasa yang kalut dan menyusunnya menjadi tumpukan rapi Singaraja, 31 Maret 2013

Puisi Lainnya

DURI DI TANAH SUBUR Oleh I Putu Supartika MAKAN BATU CADAS Oleh I Putu Supartika ANAK DESA Oleh I Putu Supartika TANGAN DEWA PELURUH HATIMU, AKU PEMILIK HATIMU Oleh I Putu Supartika BUNGA KEBANGGAAN Oleh I Putu Supartika