DALAM HATI SAJA
Oleh Nana Sutiadin
Wahai dedaunan,
Mengapa engkau gugur satu demi satu?
Apakah hatimu tertaut pada si cacing tanah?
Dimana satu-satunya tempat bertemu adalah di tanah
Meskipun itu artinya kau harus mati...
Wahai rinai,
Mengapa kau jatuh satu-satu turun ke bumi?
Padahal mentari masih menyeringai garang
Apakah kau tahu bahwa aku perlu alasan
Untuk mengetuk pintu rumah seseorang
Meminta berteduh
Ataukah kau perlu berjumpa dengan sungai?
Untuk melepas kerinduan yang tertahan
Sepanjang kemarau
Ah, aku jatuh cinta padanya
Sejuta kupu-kupu sedang mengepakkan sayapnya
di dalam hatiku
Rasanya tak dapat kukatakan pun kutuliskan
Aku tak bernyali seperti dedaunan
Rela gugur asal bisa bertemu si cacing pujaan hati
Aku tak bernyali seperti butir-butir hujan
Rela jatuh dari langit demi mengalir bersama sungai
Aku hanya memandang dan melamun