🪷 Bijaksana

DALAM HATI SAJA

Oleh Nana Sutiadin

Wahai dedaunan, Mengapa engkau gugur satu demi satu? Apakah hatimu tertaut pada si cacing tanah? Dimana satu-satunya tempat bertemu adalah di tanah Meskipun itu artinya kau harus mati... Wahai rinai, Mengapa kau jatuh satu-satu turun ke bumi? Padahal mentari masih menyeringai garang Apakah kau tahu bahwa aku perlu alasan Untuk mengetuk pintu rumah seseorang Meminta berteduh Ataukah kau perlu berjumpa dengan sungai? Untuk melepas kerinduan yang tertahan Sepanjang kemarau Ah, aku jatuh cinta padanya Sejuta kupu-kupu sedang mengepakkan sayapnya di dalam hatiku Rasanya tak dapat kukatakan pun kutuliskan Aku tak bernyali seperti dedaunan Rela gugur asal bisa bertemu si cacing pujaan hati Aku tak bernyali seperti butir-butir hujan Rela jatuh dari langit demi mengalir bersama sungai Aku hanya memandang dan melamun

Puisi Lainnya

TERKHIANATI Oleh Nana Sutiadin KITA DAN HUJAN Oleh Nana Sutiadin RADIO Oleh Nana Sutiadin SEJAK CINTA Oleh Nana Sutiadin RINTIK-RINTIK PENYESALAN Oleh Nana Sutiadin