🪷 Bijaksana

BAYANG SENDU

Oleh Uswatun Ni'/mah Udara malam mengambang dalam gelap. Aku terlelap dalam angan. Berharap mampu melupakanmu.Nyatanya?Nihil. Cetak wajahmu masih tertanam dalam hatiku.Sayang berhentilah. Aku benci begini. Gerimis membayang. Selimut terkapar. Tertegun di sudut kamar. Air mata mendesak keluar. Nafas mulai tertahan di hidung tenggorakan.Mengingatmu... Sesakit inikah? Hal terakhir kumohon pergilah. Enyahlah selamanya. Cetak bayangmu mencekik hati.(Jakarta,24 November 2014)

Puisi Lainnya

TUBAGUS DAKKA ENGKAULAH JUA TIADA DUANYA BEKAS LUKAO JANJI PUTIH SOMETHING IN YOUR PERSONALITY