AWAS, BAHAYA LATEN KORUPSI!
Oleh Syukur Budiardjo
Awas, bahaya laten korupsi merebak di mana-mana!
Di ibukota negara Jakarta hingga pelosok desa.
Di kantor pemerintah hingga kantor swasta.
Penjahat kerah putih mengganas merajalela.
Awas bahaya laten korupsi siaga mencari mangsa!
Siap menghantam menerkam siapa saja.
Tak peduli korbannya orang besar atau rakyat jelata.
Semua disikat diembat hingga sedikit pun tak tersisa.
Awas bahaya laten korupsi bercokol dimana-mana!
Di istana, parlemen, kantor gubernur dan walikota
kantor kementerian, pelabuhan, bandar udara
kantor dinas, suku dinas, dan kantor kepala desa.
Awas, bahaya laten korupsi siaga mencari mangsa!
Presiden, menteri, anggota dewan, pejabat negara lainnya
juga penegak hukum seperti polisi, jaksa, hakim, pengacara
gubernur, walikota, bupati, camat, hingga kepala desa.
Awas, bahaya laten korupsi bercokol di mana-mana!
Di kantor kelurahan, puskesmas, sekolah, rukun tetangga
kantor kecamatan, kantor bea cukai, dan rukun warga
juga kantor pajak, stasiun, terminal, dan kantor lainnya.
Awas, bahaya laten korupsi siaga mencari mangsa!
Rektor, dokter, guru, aktivis, pegawai negeri, pengusaha
politisi, kiai, pastor, preman jalanan, wiraswasta
juga buruh, pedagang, tentara, dan karyawan biasa.
Awas bahaya laten korupsi merebak di mana-mana!
Awas bahaya laten korupsi siaga mencari mangsa!
Kita satukan tekad untuk mencegah menghancurkannya!
Kita tunjukkan taring untuk membongkar memeranginya!
Jakarta, 26 November 2013