🪷 Bijaksana

HIKAYAT JENDERAL KORUPTOR

Oleh Syukur Budiardjo

Tersebutlah di dalam hikayat iniseorang jenderal berbintang tigatentu dengan sangat gagah beranilalu kalap menilap uang negara. Padahal dia seorang perwira tinggiyang tentu layak untuk dihormatiserta tentu layak pula jadi teladanbagi mereka yang menjadi bawahan. Akan tetapi tabiat sang jenderalmemang sungguh tidak bermoralkarena wataknya bagaikan kadalkelakuannya juga terlihat kumal. Ratusan miliar rupiah telah dijarahtanpa sedikit pun merasa bersalah. Karena semua dibuat seolah lumrahmeski nilainya sangat melimpah ruah. Ia bersekongkol dengan pengusahamenggunakan cara atau modus lamamelipatgandakan nilai atau harganyahingga untung segunung diperolehnya. Dengan jimat kekuasaan yang dipegangia mencuri tanpa sedikit pun rasa bimbang. Ia rampok uang negara berdasar wewenangseperti harimau yang terlepas dari kandang. Kekayaannya tentu tak sebanding dengan gajiyang diperolehnya sejak menjadi perwira pertamameski dikumpulkan bertahun-tahun lamanyahingga ia kini menjadi seorang perwira tinggi. Agar kekayaannya tak mudah diketahui maka kekayaannya itu harus dicuci. Untuk itu ia kemudian menikah lagimemalsukan nama dan umur ia jalani. Istri mudanya memang benar-benar muda. Ia mantan ratu kecantikan di sebuah kota. Diberikannya rumah mewah bagai istana yang tentunya tersebar di mana-mana. Istri mudanya yang lain juga berumah megah. Di samping itu tentu juga bermobil mewah. Hartanya terserak di mana-mana melimpah ruah. Pasti akan membuat semua orang terperangah. Selain diatasnamakan istri-istri mudanya kekayaan hasil korupsi uang negara yang nilainya tentu tiada terkirajuga diatasnamakan saudara atau mertua. Hasil korupsi uang negara kemudian dicucinya hingga dengan cepat telah berubah bentuknyamenjadi pom bensin, tanah, perkebunan, sawah perusahaan pengangkutan, dan tentu saja rumah. Akan tetapi, semua cerita tentu ada akhirnyaatau semua hikayat tentu saja akan tamat. Sang jenderal koruptor tertangkap aparathingga kini mendekam di balik jeruji besi berkarat. Demikianlah hikayat jenderal koruptoryang bergelimang dengan perbuatan kotor. Semua kekayaannya telah disita oleh negara. Katanya dimiskinkan kembali seperti sedia kala. Jakarta, 26 November 2013

Puisi Lainnya

JIKALAU Oleh Syukur Budiardjo DINASTI TIKUS Oleh Syukur Budiardjo STASIUN GAMBIR SUATU PAGI Oleh Syukur Budiardjo BAGAIMANA Oleh Syukur Budiardjo TELEPON GENGGAM Oleh Syukur Budiardjo