🪷 Bijaksana

AIR MATA

Oleh Syaiba Fahuril

Berapa kalinya aku lupa dalam sujud malam berpapasan petang Aku luangkan segala kenikmatan di atas ranjang mimpi memeluk pulas Sampai akhirnya rasa malas menyelimuti hingga fajar terangkat dari kaki langit Usai melewati itu Aku mengikat lutut kaki diatas kursi Sembari menuangkan kopi ke dalam liang tenggorokan yang menghisap ngorok Jam malam pulang pagi tanpa disadari Air itu bersumber sendirinya dari pelipis mata Apa ini kesengajaan insan sepertiku memikul dosa Tuhan? Apa aku di paksa birahi merajut sedekap tanpa ada yang mengetahui kecuali Ia sendiri? Bantu aku yang menegadah ampunan-Nya, kasih. Inikah air mata pembuktian sungguh atau ludah Tuhan Sebab dengan sengaja aku menyingkap mata dan memperkosa waktu untuk menghirup wanggi keridhaan-Nya. Syukurku Tuhan. Ambunten, 05/11/2017

Puisi Lainnya

ALMARHUM ALMARHUMAH Oleh Syaiba Fahuril DEBU BERKERINGAT Oleh Syaiba Fahuril