🪷 Bijaksana

ADIGUNG

Oleh Erna Dwi Susanti (Ern Hidayatul Ulya) Luput, nak! Luput itu luput! Berhentilah tertawa dalam kebisinganmu, biyung Memalukan kisah kecil dalam solek kemewahan.. Puas jika cerita teralir beriringan mengenang lingkar diksi nista. Luput, anakku. Segera peraduan menanti Berdebah dalam dering siang kehangatan Buang muka yang tak pantas kembali aku sodorkan Picingan hina dan lembah telah curam terhantam Diri telah terharga dalam kemahalannya. Hilang sore, dan senja mengenang. Nak, luput dalam cerita. Segeralah, kesini kembali. Luput! Arus tak kan pernah membelokkan cahaya Demikian aliran tersentuh mahalnya suci matahari Iring-iringlah jika mampu tejamah Lepas dan hilang bila gundukan hilang merembas dalam artesis kegundahan Luput pusaka masih berkibar, suara padu tergema santun menuntut, kembalikan dalam kesahajaan Indonesia. Biyung ! Abdi menanti dan merindui

Puisi Lainnya

KU TERANIAYA CINTAMU MUSYAHADAT ( AKSARA YANG BERSUJUD ) KESEMPURNAAN KESABARAN SEMBUNYI DIMANA YANG MULIA