“
Wawasan baru dimulai ketika kepuasan berakhir, ketika semua yang telah dilihat, dikatakan, atau dilakukan tampak seperti distorsi. Pemenuhan sejati manusia bergantung pada persekutuan dengan apa yang melampaui dirinya. Asli: New insight begins when satisfaction comes to an end, when all that has been seen, said, or done looks like a distortion. Man's true fulfillment depends on communion with that which transcends him.