“
Bahan utama dalam kekristenan yang otentik adalah waktu. Bukan waktu sisa, bukan waktu buang, tapi waktu berkualitas. Waktu untuk kontemplasi, meditasi dan refleksi. Waktu tidak tergesa-gesa, tanpa gangguan. Asli: A key ingredient in authentic Christianity is time. Not leftover time, not throwaway time, but quality time. Time for contemplation, meditation and reflection. Unhurried, uninterrupted time.