🪷 Bijaksana

Idiom & Ungkapan Indonesia

2116 idiom dan ungkapan dalam Bahasa Indonesia.

bak menanti orang dahulu, bak melalah orang kudian, siapa melejang, siapa patah (siapa melalah, siapa patah
Kata dasar: me.la.lah
bak tengguli ditukar cuka, dengan sesendok madu dapat lebih banyak ditangkap serangga daripada dengan cuka sesendok, rindu jadi batasnya, maka manis tak jadi cuka
Kata dasar: cu.ka
bak tengguli ditukar cuka, pucuk diremas dengan santan, urat direndam dengan tengguli, lamun peria pahit juga, seperti santan dengan tengguli
Kata dasar: teng.gu.li
bala lalu dibawa singgah
Kata dasar: Ba.la
bala lalu dibawa singgah, hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu
Kata dasar: sing.gah
bangsat tak tahu disukarnya
Kata dasar: bang.sat
bangsat tak tahu disukarnya, kata tak berpucuk, tak lulus pada akal, tak pandang bulu, tak pandang uang
Kata dasar: tak
bangsat tak tahu disukarnya, tahu di surat, tahu menimbang rasa, tidak tahu di alif, tidak tahu di untung, tidak tahu malu
Kata dasar: ta.hu
banyak makan (asam) garam, bergelanggang di mata orang banyak
Kata dasar: ba.nyak
banyak makan (asam) garam, makan jangat, makan keringat orang, makan siku-siku, tiada sakit, makan obat
Kata dasar: ma.kan
banyak makan (asam) garam, merasai asin garam
Kata dasar: ga.ram
banyak makan (asam) garam, tua-tua terung asam
Kata dasar: a.sam
banyak menelan garam hidup, kapak menelan beliung, pipit menelan jagung, seperti pipit menelan jagung
Kata dasar: me.ne.lan
barang siapa menggali lubang, ia akan terperosok ke dalamnya, dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa, monyet mendapat bunga, adakah ia tahu akan faedah bunga itu?
Kata dasar: i.a
barang siapa yang berketuk, ialah yang bertelur, berketuk di luar sangkar, bertanam di luar pagar
Kata dasar: ber.ke.tuk
barang siapa yang berketuk, ialah yang bertelur, siapa makan lada, ialah berasa pedas
Kata dasar: i.a.lah
barang tergenggam jatuh terlepas
Kata dasar: ter.geng.gam
baru (belum) beranjur, sudah tertarung
Kata dasar: ber.an.jur
baru (belum) beranjur, sudah tertarung, belum diajun, sudah tertarung, kaki tertarung, inai padahannya (mulut terdorong, emas padahannya), semut dipijak tidak mati, gajah diarung bergelimpangan (semut terpijak tidak mati, alu tertarung patah tiga)
Kata dasar: ter.ta.rung
batang betung beruas-ruas
Kata dasar: be.ru.as
batang betung beruas-ruas, bertemu ruas dengan buku, bertemu ruas dengan buku, pilih-pilih ruas, terpilih pada buku, pilih-pilih ruas, terpilih pada buku (terkena buku buluh), terentak ruas ke buku
Kata dasar: ru.as
batu hitam tak bersanding
Kata dasar: ber.san.ding
baunya setahun pelayaran
Kata dasar: pe.la.yar.an
baunya setahun pelayaran, panas setahun dihapuskan oleh hujan sehari, umur setahun jagung (darah setampuk pinang)
Kata dasar: se.ta.hun
beban berat senggulung batu, beban berat senggulung batu, besar senggulung daripada beban, besar pasak daripada tiang, hati yang suka, peringan beban, tak beban, batu digalas (tiada beban mencari beban), tiada beban, batu digalas
Kata dasar: be.ban
becermin di air keruh
Kata dasar: be.cer.min
becermin di air keruh, ikan belum dapat, airnya sudah keruh, jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga, kusut diselesaikan, keruh diperjernih, memancing di air keruh, menangguk di air keruh
Kata dasar: ke.ruh
belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam, kena sepak belakang, orang timpang jangan dicacat, ingat-ingat hari belakang, sedepa jalan ke muka, setelempap jalan ke belakang
Kata dasar: be.la.kang
belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam, lading tajam sebelah, punggung parang sekalipun jika selalu diasah, akan tajam juga, tajam pisau karena diasah, yang tajam tumpul, yang bisa tawar
Kata dasar: ta.jam
belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam, mendebik mata parang, parang gabus menjadi besi, punggung parang sekalipun jika selalu diasah, akan tajam juga, seperti parang bermata dua
Kata dasar: pa.rang