WANITA BERTOPENG DUA
Oleh Uki Aveiro
Disaat kami datang bersama untuk memulainya.
Kami senang bisa bertemu mereka semua.
Dan saat aku melihat salah satu wanita.
Aku pikir dia sama seperti yang lain.
Namun setelah aku lihat kembali.
Ternyata dia berbeda dengan yang lain.
Dia begitu manis bak gula dan aku pun bak semut.
Beberapa kali aku memandangnya terus menerus.
Kini aku menjadi bersemangat karena ada seseorang karya surga.
Saat aku mengenalnya, dia harapanku.
Hari terus berlalu, kesempurnaan dia terkikis oleh orang-orang sekitar.
Harapanku padanya mulai memudar.
Disiang hari itu, aku sedang dikantin dan mendengar orang berkata dia adalah dambaan semua orang.
Hatiku untuknya mulai meredup kembali,
aku merasa tersaingi.
Karena aku pria yang tak punya apa-apa.
Sedangkan dia pria yang tampan, gagah dan tentunya dia pria yang kaya.
Pada waktu yang bersamaan, dia menjadi berperilaku aneh.
Dia berperilaku seperti wanita murahan.
Padahal waktu pertama kali aku melihat dia, sepertinya dia wanita yang feminim, yang lembut.
Tak kusangka, dia bertopeng hingga ku terpukau dengannya.
Kini ku memutuskan untuk mengakhiri harapanku padanya.
Dia bukan wanita yang aku cari.
Namun kesempatan masih ada untuku.
Karena...
Cintaku...
Pasti...
Akan...
Kuraih...