🪷 Bijaksana

UNTUKKU YANG SEBELAH TANGAN

Oleh Rio Septyan

Tanpa mengenal lelah selalu mengejarnyatanpa mengenal takut selalu berjuang untuknyatiap malam tiap waktu selalu teringat wajahnyatiap hari tiap saat semakin ingat dirinyakadang kala aku ingin mengungkapnyakadang kala aku malu mendekatinya Terkenang dia dalam benakku initerucap dia dalam lisanku initerngiang ditelingaku saat ia bicara tanpa hentiwalau kadang aku tak peduli siapa yang aku kagumitapi entah mengapa aku merasakan iya mampu menyenangkan hati Bisikan selalu datang dan berdengung di telingakubisikan itu membuat aku semakin bersemangat untuk mendapatkanmutapi jiwa lain bertolak belakang dengan rasa itumenyuruhku untuk menahan hasrat dihatikurasa itu sangat membingungkankusehingga aku ragu untuk membuka isi hatiku Tapi mengapa aku selalu terbayang dengan bayangannyabayangan yang belum tentu bisa menyatukankkumemang aku saat ini mengagumi dan mencintainyanamun apakah dia begitu pula kepadakuberat hatiku jika harus ku utarakan padanyasulit bagiku untuk melupakan dirinya yang melintas dibenakku Tuhan, haruskah aku menjadi kekasihnya sedangkan dia belum tentu menyukaikujangankan menyukai memperhatikankupun aku tak tahu Tuhan, Apakah aku harus berjuang ataukah aku harus diam dan membisu saat dihadapannya Tuhan, Bantulah aku saat aku dihadapannyasebab aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Tuhan, aku tak menyangka jika aku terlambat memilikinyasekarang dia sudah bahagia saat bersama yang lainnya Tuhan, tabahkanlah hatiku saat aku melihat dia bersandingan dengan yang lain Sekarang aku menyadari Cintaku ini Hanyalah Sebelah matadan cintaku pun bertepuk sebelah tangan Rasa sesal dan sakit hati menjadi temanku saat inimau bagaimana lagi, inilah yang aku alamicinta itu memang menyakitkanjika kita tak bisa mendapatkan apa yang kita harapkanmungkin inilah yang pantas untuk diriku ini Mencintai tapi tak pernah bisa dicintai.