UNTUKKU YANG SEBELAH TANGAN
Oleh Rio Septyan
Tanpa mengenal lelah selalu mengejarnyatanpa mengenal takut selalu berjuang untuknyatiap malam tiap waktu selalu teringat wajahnyatiap hari tiap saat semakin ingat dirinyakadang kala aku ingin mengungkapnyakadang kala aku malu mendekatinya
Terkenang dia dalam benakku initerucap dia dalam lisanku initerngiang ditelingaku saat ia bicara tanpa hentiwalau kadang aku tak peduli siapa yang aku kagumitapi entah mengapa aku merasakan iya mampu menyenangkan hati
Bisikan selalu datang dan berdengung di telingakubisikan itu membuat aku semakin bersemangat untuk mendapatkanmutapi jiwa lain bertolak belakang dengan rasa itumenyuruhku untuk menahan hasrat dihatikurasa itu sangat membingungkankusehingga aku ragu untuk membuka isi hatiku
Tapi mengapa aku selalu terbayang dengan bayangannyabayangan yang belum tentu bisa menyatukankkumemang aku saat ini mengagumi dan mencintainyanamun apakah dia begitu pula kepadakuberat hatiku jika harus ku utarakan padanyasulit bagiku untuk melupakan dirinya yang melintas dibenakku
Tuhan, haruskah aku menjadi kekasihnya
sedangkan dia belum tentu menyukaikujangankan menyukai memperhatikankupun aku tak tahu
Tuhan, Apakah aku harus berjuang
ataukah aku harus diam dan membisu saat dihadapannya
Tuhan, Bantulah aku saat aku dihadapannyasebab aku tak tahu apa yang harus aku lakukan.
Tuhan, aku tak menyangka jika aku terlambat memilikinyasekarang dia sudah bahagia saat bersama yang lainnya
Tuhan, tabahkanlah hatiku saat aku melihat dia bersandingan dengan yang lain
Sekarang aku menyadari Cintaku ini Hanyalah Sebelah matadan cintaku pun bertepuk sebelah tangan
Rasa sesal dan sakit hati menjadi temanku saat inimau bagaimana lagi, inilah yang aku alamicinta itu memang menyakitkanjika kita tak bisa mendapatkan apa yang kita harapkanmungkin inilah yang pantas untuk diriku ini
Mencintai tapi tak pernah bisa dicintai.