🪷 Bijaksana

UNTUK PERPISAHAN

Oleh Miftahul Hanifah Qohar

Di bawah naungan langit biru dengan segala hiasannya yang indah tiada tara Di atas hamparan bumi dengan segala lukisannya yang panjang terbentang Masih kudapatkan dan kurasakan Curahan rahmat dan berbagai ni'mat Yang kerap Kau berikan Tapi bila tiba waktu berpisah Pantaskah kumemohon diri Tanpa setetes syukur di samudera rahmat-Mu Di siang hari kulangkahkan kaki bersama ayunan langkah sahabatku Di malah hari kupejamkan mata bersama orang-orang yang kucintai Masih kudapatkan dan kurasakan Keramaian suasana dan ketenangan jiwa Tapi bila tiba waktu berpisah Akankah kupergi seorang diri Tanpa bayang-bayang mereka yang akan menemani Ketika kulalui jalan-jalan yang berdebu yang selalu mengotori tubuhku Ketika kuisi masa-masa yang ada dengan segala sesuatu yang tiada arti Masih bisa kumenghibur diri Tubuhku kan bersih dan esok kan lebih baik Tanpa sebersit keraguan Tapi bila tiba waktu berpisah Masih adakah kesempatan bagiku Tuk membersihkan jiwa dan hatiku Setiap kegagalan yang membawa kekecewaan Setiap kenyataan yang menghadirkan penyesalan Masih kudengar dan kurasakan Suara-suara yang menghibur Tuk menghapus setiap kecewa dan sesal Tapi bila tiba waktu berpisah Adakah yang akan menghiburku Akankah aku pergi tanpa kekecewaan dan penyesalan“Makna sahabat dalam hidupku”Sahabatku adalah tetesan embun pagiyang jatuh membasahi kegersangan hatihingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubaridalam kesejukan Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa rayayang menemani kesendirian rembulan yang berdukahingga mampu menerangi gulita semestadalam kebersamaan Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahanyang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankanhingga mampu memberikan keteduhandalam kedamaian Wahai angin pengembarakabarkanlah kepadaku tentang dirinya Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suciyang jernih mengalir tiada hentihingga mampu menghapuskan rasa dahaga diridalam kesegaran Sahabatku adalah derasnya hujan yang turunyang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahunhingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaundalam kesucian Sahabatku adalah untaian intan permata yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tarahingga mampu menebar pesona jiwadalam keindahan Wahai burung duta suaraceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya