UNTUK PERPISAHAN
Oleh Miftahul Hanifah Qohar
Di bawah naungan langit biru dengan segala hiasannya yang indah tiada tara
Di atas hamparan bumi dengan segala lukisannya yang panjang terbentang
Masih kudapatkan dan kurasakan
Curahan rahmat dan berbagai ni'mat
Yang kerap Kau berikan
Tapi bila tiba waktu berpisah
Pantaskah kumemohon diri
Tanpa setetes syukur di samudera rahmat-Mu
Di siang hari kulangkahkan kaki bersama ayunan langkah sahabatku
Di malah hari kupejamkan mata bersama orang-orang yang kucintai
Masih kudapatkan dan kurasakan
Keramaian suasana dan ketenangan jiwa
Tapi bila tiba waktu berpisah
Akankah kupergi seorang diri
Tanpa bayang-bayang mereka yang akan menemani
Ketika kulalui jalan-jalan yang berdebu yang selalu mengotori tubuhku
Ketika kuisi masa-masa yang ada dengan segala sesuatu yang tiada arti
Masih bisa kumenghibur diri
Tubuhku kan bersih dan esok kan lebih baik
Tanpa sebersit keraguan Tapi bila tiba waktu berpisah
Masih adakah kesempatan bagiku
Tuk membersihkan jiwa dan hatiku
Setiap kegagalan yang membawa kekecewaan
Setiap kenyataan yang menghadirkan penyesalan
Masih kudengar dan kurasakan
Suara-suara yang menghibur
Tuk menghapus setiap kecewa dan sesal
Tapi bila tiba waktu berpisah Adakah yang akan menghiburku
Akankah aku pergi tanpa kekecewaan dan penyesalan“Makna sahabat dalam hidupku”Sahabatku adalah tetesan embun pagiyang jatuh membasahi kegersangan hatihingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubaridalam kesejukan
Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa rayayang menemani kesendirian rembulan yang berdukahingga mampu menerangi gulita semestadalam kebersamaan
Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahanyang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankanhingga mampu memberikan keteduhandalam kedamaian
Wahai angin pengembarakabarkanlah kepadaku tentang dirinya
Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suciyang jernih mengalir tiada hentihingga mampu menghapuskan rasa dahaga diridalam kesegaran
Sahabatku adalah derasnya hujan yang turunyang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahunhingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaundalam kesucian
Sahabatku adalah untaian intan permata yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tarahingga mampu menebar pesona jiwadalam keindahan
Wahai burung duta suaraceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya