🪷 Bijaksana

UNTUK PECUNDANG NEGERI

Oleh La_Sb

Pecundang negeri Pecuncang negeri Pecundang negeri Pecundang negeri Katakanlah sahabat Medali apa yang pantas untuk kita dapati?Katakan.. Sebagai apa kita di negeri buncit ini? Aku yang tiap kali ingin bangkit Seketika jatuh dalam alun-alun ketidak adilan Sebuah hukum yang dapat diperjual belikan Sepangkat jabatan yang menentukan ketenaran junjungan Aku? Aku bisa apa? Tua, lemah, tak ber uang Siapa yang peduli? Mereka yang merasa dirinya setingkat brahmana?TIDAK ! Mereka sibuk dengan perut yang kian menjulang terdepan Berpura-pura study banding nyatanya hanya berkeliling Dan aku hanya bisa naik spaning kemudian pusing dan jatuh menggelinding Dan siapa lagi yang peduli? Kecohkan saja mereka dengan uang bermilyaran Dan percayalah ! mereka akan membantu Seolah akrab padahal BIADAB ! Aku bertanya lagi sahabat Pantaskah mereka diatas kursi terhormat? Berpura-pura peduli, sok mencari dan mengurusi? Mereka para intelek kan? Oh negeri apa ini Merasa asing di tanah kelahiran Selalu merasa dikhianati oleh para pemimpin bangsa Mencari cari kebenaran dalam tumpukan kebejatan Hei para pemimpin berperut besar ! Harta ku habis Sebentar lagi aku pun menjadi mayat kelaparan Terbujur kaku dan dikuasai para belatung Pecundang negeri Pecuncang negeri Pecundang negeri Pecundang negeri Sekarang kau sudah tau siapa pecundang negeri itu?MEREKA ! Merekalah pecundang negeri itu Sang pemimpin berperut besar Memiliki tugas merampas hak-hak rakyat Menjadikan uang pajak Negeri bagai permainan monopoli Mereka sejahtera, rakyat sengsara Berpura-pura lugu pada rakyat yang dungu Hebatkah mereka menipu kita dengan perbait kata munafik itu? Itulah mereka Membabi buta pada lintasan rupiah Namun rakyat terus berkobar dalam lintasan kesia-siaan