UNTUK PECUNDANG NEGERI
Oleh La_Sb
Pecundang negeri
Pecuncang negeri
Pecundang negeri
Pecundang negeri
Katakanlah sahabat Medali apa yang pantas untuk kita dapati?Katakan..
Sebagai apa kita di negeri buncit ini?
Aku yang tiap kali ingin bangkit
Seketika jatuh dalam alun-alun ketidak adilan
Sebuah hukum yang dapat diperjual belikan Sepangkat jabatan yang menentukan ketenaran junjungan
Aku? Aku bisa apa?
Tua, lemah, tak ber uang
Siapa yang peduli?
Mereka yang merasa dirinya setingkat brahmana?TIDAK !
Mereka sibuk dengan perut yang kian menjulang terdepan
Berpura-pura study banding nyatanya hanya berkeliling
Dan aku hanya bisa naik spaning kemudian pusing dan jatuh menggelinding
Dan siapa lagi yang peduli?
Kecohkan saja mereka dengan uang bermilyaran Dan percayalah ! mereka akan membantu
Seolah akrab padahal BIADAB !
Aku bertanya lagi sahabat
Pantaskah mereka diatas kursi terhormat?
Berpura-pura peduli, sok mencari dan mengurusi?
Mereka para intelek kan?
Oh negeri apa ini Merasa asing di tanah kelahiran
Selalu merasa dikhianati oleh para pemimpin bangsa
Mencari cari kebenaran dalam tumpukan kebejatan
Hei para pemimpin berperut besar !
Harta ku habis
Sebentar lagi aku pun menjadi mayat kelaparan
Terbujur kaku dan dikuasai para belatung Pecundang negeri
Pecuncang negeri
Pecundang negeri
Pecundang negeri
Sekarang kau sudah tau siapa pecundang negeri itu?MEREKA !
Merekalah pecundang negeri itu
Sang pemimpin berperut besar Memiliki tugas merampas hak-hak rakyat Menjadikan uang pajak Negeri bagai permainan monopoli Mereka sejahtera, rakyat sengsara Berpura-pura lugu pada rakyat yang dungu
Hebatkah mereka menipu kita dengan perbait kata munafik itu?
Itulah mereka
Membabi buta pada lintasan rupiah
Namun rakyat terus berkobar dalam lintasan kesia-siaan